INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto mendapat desakan untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp171 triliun.
Desakan ini muncul setelah kejadian keracunan massal yang membuat lebih dari 500 anak jatuh sakit yang menjadikannya kasus terbesar sejak program tersebut berjalan.
Sejumlah organisasi non-pemerintah (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan menyampaikan tuntutan itu dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI pada Senin (22/9/2025).
Mereka menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Program MBG sendiri sudah menjangkau lebih dari 20 juta penerima sejak diluncurkan Januari lalu. Pemerintah menargetkan cakupannya meluas hingga 83 juta perempuan dan anak-anak pada akhir tahun ini.
Namun, pelaksanaan program disebut masih menghadapi banyak kendala, terutama dalam pasokan dan penyediaan makanan.
Ketua Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai kasus keracunan tersebut menunjukkan adanya kegagalan sistem dalam program MBG.
“Total sudah ada 6.452 anak yang terdampak. Pemerintah perlu menghentikan program ini sementara untuk memperbaiki pengawasan,” ujarnya.
Enam LSM yang hadir dalam rapat itu, termasuk Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), juga menyampaikan kekhawatiran.
Mereka menilai pemerintah belum memiliki mekanisme evaluasi yang jelas terhadap dapur penyedia makanan yang mengalami kasus keracunan.
Selain masalah pengawasan, menu yang disajikan juga dipersoalkan. Menurut para LSM, sebagian besar makanan dalam program ini masih berbahan dasar ultra-olahan yang justru berisiko bagi kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters