Anggota MPR RI Melchias Markus Mekeng. (ANTARA/MPR)
INDOZONE.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat dari pemerintahan Prabowo-Gibran, diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi rakyat.
Hal ini disampaikan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Melchias Markus Mekeng, usai mendengar pidato Presiden Prabowo, tentang program MBG dan Sekolah Rakyat di Sidang Tahunan MPR RI di gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).
"Saya yakin program-programnya yang merakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita," kata Mekeng dalam pernyataan tertulis, Sabtu (16/7/2025).
Menurutnya, program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, melainkan memutar roda ekonomi.
Sekolah rakyat pun diyakini dapat memutus mata rantai angka anak-anak yang tidak sekolah, sehingga di masa depa mereka bisa mendapatkan pekerjaan layak dengan modal pendidikan.
Prabowo juga dinilai berhasil menjaga keutuhan bangsa, menciptakan kedamaian, dan tegas terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan kekayaan negara hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Terlebih, kata Mekeng, Prabowo dalam pidatonya menekankan Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 yang menekankan konsep perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Baca juga: Tahun Depan Pemerintah Targetkan 200 Sekolah Rakyat, Target Lulus dari Jeratan Kemiskinan
"Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," kata Mekeng.
Kini, lanjut Mekeng, tugas dirinya dan seluruh anggota legislatif lainnya adalah mengawasi kinerja Prabowo guna memastikan seluruh program-program kerakyatan berjalan.
Dengan pengawasan yang ketat, Mekeng yakin program pemerintah akan berjalan dengan maksimal dan memberikan dampak baik bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA