Menlu Sugiono bicara soal penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima yang tewas ditembak di Peru. Pemerintah berkomitmen memberi kepastian hukum atas kasus ini sekaligus menjamin pendidikan anak-anak almarhum.
Jenazah Zetro sudah tiba di Indonesia Selasa malam.
Sugiono mengakui ada kelalaian negara dalam memberikan perlindungan terhadap Zetro.
“Kami minta maaf kepada keluarga atas semua kesalahan, kelalaian kami sebagai institusi, sungguh tidak ada yang menginginkan kejadian ini,” ujarnya dikutip Antara, Rabu (10/9).
Ia menambahkan, peristiwa ini bukan hanya duka keluarga, tapi juga luka mendalam bagi Kementerian Luar Negeri. Pemerintah berjanji mengawal penyelidikan hingga jelas siapa pelaku penembakan di Peru.
Baca juga: Sugiono Dinilai 'Bukan Kaleng-kaleng' Ditetapkan Jadi Sekjen Gerindra, Ini Alasannya
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono memastikan negara akan hadir untuk keluarga korban.
“Keluarga yang engkau tinggalkan (almarhum Zetro), akan kami urus dan kami rawat dengan sebaik-baiknya,” kata dia.
Baca juga: Profil Lengkap dan Harta Sugiono, Menlu RI di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ia menegaskan hak pendidikan anak-anak Zetro akan dijamin, sementara kesejahteraan istri dan keluarga juga akan diperhatikan. “Selamat jalan Zetro, saudara kami, menghadaplah dengan tenang. Kami akan meneruskan apa yang menjadi perjuanganmu,” tambahnya.
Jenazah Zetro tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa malam setelah diterbangkan dari Peru. Selanjutnya dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, untuk prosesi peribadatan keagamaan.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Sari Mulya, Tangerang Selatan, pada Kamis (11/9). Sebelumnya, pihak kepolisian Peru sudah menyelesaikan autopsi dan melanjutkan investigasi bersama kejaksaan setempat.
Keluarga besar Zetro, melalui Tiopan Purba, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Mereka juga mengapresiasi komitmen Menlu yang berjanji menanggung pendidikan anak-anak almarhum.
“Kami sangat berbangga atas ungkapan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk siap memberikan tanggung jawab kepada anak-anak dengan memberikan pendidikan setinggi-tingginya, mudah-mudahan ini betul-betul diwujudnyatakan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara