Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 10:14 WIB

Sri Mulyani Buka Suara usai Rumahnya Dijarah Massa: Jangan Rusak Indonesia dengan Kebencian

Sri Mulyani Buka Suara usai Rumahnya Dijarah Massa: Jangan Rusak Indonesia dengan KebencianMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Antara/Indrianto Eko Suwarso).

INDOZONE.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membuat pernyataan panjang usai kediamannya di Jalan Mandar, Bintaro Sektor III, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (31/8/2025) dijarah massa.

Ia sangat menyadari betul bahwa membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan kerap kali berbahaya. Sri Mulyani memahami itu karena para pendahulu kita, telah melalui itu.

Bagi Sri Mulyani, yang rumahnya diserbu dan dijarah oleh kelompok tak dikenal, politik seharusnya menjadi wadah perjuangan bersama untuk mencapai tujuan mulia bangsa dengan menjunjung tinggi etika dan moralitas.

Baca juga: Tampang Penjarah Rumah Sri Mulyani Bikin Miris sang Menteri Tutup Komentar IG

"Sebagai pejabat negara saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Ini bukan ranah atau selera pribadi. UU disusun melibatkan Pemerintah, DPR, DPD, dan Partisipasi Masyarakat secara terbuka dan transparan. Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar UU - dapat dilakukan Judicial Review (sangat banyak) ke Mahkamah Konstitusi. Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung," demikian keterangan Sri Mulyani melalui unggahannya di Instagram @smindrawati, dikutip Indozone, Senin (1/9/2025).

Menurut bendahara negara ini, sistem demokrasi di Indonesia yang beradab masih terus perlu diperbaiki, karena demokrasi sejati tidak dapat diwujudkan dengan anarki, intimidasi, dan represi.

Ia menekankan, tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan dan kepatutan, profesional, transparan, akuntabel, dan jelas dilarang korupsi.

"Ini adalah kehormatan dan sekaligus tugas luar biasa mulia. Tugas tidak mudah dan sangat kompleks, memerlukan wisdom - empati, kepekaan mendengar dan memahami suara masyarakat. Karena ini menyangkut nasib rakyat Indonesia dan masa depan bangsa Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media, pelaku usaha UMKM, koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus memberikan masukan, kritik, dan nasihat, meskipun ada yang disampaikan dengan cara sindiran atau makian.

"Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia. Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai dan mengkhianati perasaan publik. Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki menerus," imbuh Sri Mulyani.

Baca juga: Situasi Tak Kondusif, Beberapa Sekolah dan Kampus di Jakarta Belajar di Rumah Mulai Hari Ini

Sebelumnya dilaporkan bahwa pada dini hari Minggu (31/8/2025), ratusan orang tak dikenal menyerbu rumah yang diduga milik Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan.

Para penjarah mengangkut keluar berbagai barang dari dalam rumah Sri Mulyani, seperti kursi, televisi, perhiasan, peralatan rumah tangga seperti panci dan teko, hingga lukisan

"Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @smindrawati

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sri Mulyani Buka Suara usai Rumahnya Dijarah Massa: Jangan Rusak Indonesia dengan Kebencian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!