Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 16:43 WIB

Ricuh Bandung Zoo, Bayi Orangutan Terjebak di Ruang Isolasi

Ricuh Bandung Zoo, Bayi Orangutan Terjebak di Ruang IsolasiBayi orangutan terjebak di ruang isolasi imbas konflik Bandung Zoo. (Ist)

INDOZONE.ID - Kericuhan terjadi di Bandung Zoo pada Rabu, 6 Agustus 2025 pagi. Sekelompok orang diduga dari Taman Safari Indonesia memaksa masuk untuk mengambil alih pengelolaan, memicu bentrokan dengan pihak keamanan lama.

Sekelompok orang tak dikenal bersama petugas berseragam Red Guard menerobos masuk ke area kebun binatang yang sedang ditutup sementara.

Mereka diduga berasal dari pihak Taman Safari Indonesia (TSI) yang hendak mengambil alih pengelolaan.

Namun, upaya itu langsung mendapat perlawanan dari pihak keamanan lama yang masih loyal pada manajemen sebelumnya. Ketegangan pun berubah jadi bentrokan fisik.

Bayi Orangutan Terjebak

Dalam narasi dari Instagram nrsimha.indonesia, disebutkan dalam kekisruhan itu, satwa pun ikut terdampak. Salah satunya Tama, bayi orangutan yang terjebak dalam ruang isolasi karena pintu terkunci. Kondisi darurat ini membuat petugas tak bisa segera memberi pakan.

Diduga, kunci ruangan dibawa oleh pihak penyerbu. Beruntung, petugas akhirnya berhasil membongkar pintu dan menyelamatkan Tama. Aksi evakuasi itu terekam video dan langsung viral di media sosial, memicu empati dari netizen. Salah satunya diunggah akun TikTok infobandungsatu_.

Baca juga: Viral Jual Beli Serangan Antar Pelajar Pecah di Grogol, Para Pelaku Diburu Polisi

Klaim Pengamanan Aset

John Sumampau, pimpinan manajemen baru dari Yayasan Margasatwa Indonesia (YMT), buka suara. Ia mengklaim bahwa penutupan sementara dan aksi masuk ke kebun binatang dilakukan atas dasar hukum.

"Dasar kami mengamankan adalah Berita Acara (BA) Penitipan Barang Bukti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, kami diperintahkan Kejati untuk menjaga aset tersebut," jelas John dikutip Antara, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, keputusan itu merupakan tindak lanjut dari rapat pada 28 Juli 2025, yang juga dihadiri Pemkot Bandung, Kejati Jawa Barat, dan KPK. Agenda utamanya adalah pengamanan Barang Milik Daerah (BMD) berupa lahan kebun binatang.

Satwa Tetap Dirawat

John menegaskan bahwa meski terjadi konflik, satwa tetap jadi prioritas. Ia mengklaim sudah menyiapkan tim keeper untuk memastikan operasional harian berjalan, termasuk pemberian makan hewan.

"Saat menutup Kebun Binatang Bandung kemarin, saya menunjuk dan membawa tim keeper untuk menjaga operasional harian perawatan satwa tetap berjalan, seperti pemberian pakan," ujarnya.

Namun ia mengakui bahwa distribusi pakan pada hari kejadian sempat terganggu.

“Kiriman pakan satwa kemarin pagi itu pun tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Instagram

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ricuh Bandung Zoo, Bayi Orangutan Terjebak di Ruang Isolasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!