Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 JUNI 2025 • 14:28 WIB

Penanganan Dampak Erupsi Gunung Lewotobi: Ribuan Warga Mengungsi, Kondisi Terkendali

Penanganan Dampak Erupsi Gunung Lewotobi: Ribuan Warga Mengungsi, Kondisi TerkendaliErupsi Gunung Lewotobi Laki-laki teramati dari Pantai Wairotang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). (ANTARA FOTO/Arnoldine Shanon)
INDOZONE.ID - Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi eksplosif pada Selasa (17/6/2025). Erupsi terbesar terjadi pukul 17.35 WITA dengan kolom abu mencapai ketinggian 10.000 meter di atas kawah aktif.

Meski dampak bencana semakin meluas, BNPB memastikan penanganan terhadap para pengungsi tetap terkendali.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa penanganan para pengungsi berjalan dengan baik, meski jumlahnya terus bertambah. Hingga saat ini, pendataan jumlah pengungsi masih dilakukan oleh tim petugas lapangan.

Pengungsi dari Desa Nurabelen, Kecamatan Ile Buran, telah ditempatkan di titik aman di Desa Konga. Sebagian lainnya mengungsi ke Desa Nileknoheng yang berjarak sekitar lima kilometer dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pululera, sekitar 12 kilometer dari kawah aktif.

Tidak Ada Korban Jiwa

BNPB memastikan erupsi eksplosif Gunung Lewotobi Laki-laki kali ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun dampak material vulkanik berupa abu, pasir, dan batu kerikil dilaporkan melanda sejumlah permukiman, termasuk desa-desa di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB), seperti Desa Boru, Hewa, dan Watobuku, namun warga berhasil dievakuasi tepat waktu.

Baca juga: Gunung Lewotobi Meletus, Ini Isi Imbauan Penting BNPB untuk Warga Sekitar

Material vulkanik berupa hujan batu kerikil, juga menghambat akses jalan utama penghubung Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.

Aparat kepolisian setempat dari Polres Flores Timur dan Polres Sikka menerapkan sistem buka-tutup jalur Maumere-Larantuka, untuk memastikan keamanan warga dan kelancaran evakuasi.

Upaya pembersihan jalan dilakukan secara intensif untuk memastikan jalur vital tersebut kembali dapat digunakan dengan aman dan cepat.

Penanganan Pengungsi

Sejak erupsi pertama pada November 2024, sebanyak 4.838 jiwa telah menetap di hunian sementara yang disiapkan oleh pemerintah di berbagai desa di Flores Timur.

Baca juga: Wapres Gibran Pimpin Rapat Penanganan Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki: Pastikan Kehadiran Pemerintah 

Saat ini, setidaknya 450 Kepala Keluarga dari desa-desa yang berada dalam radius enam kilometer dari kawah aktif telah menghuni hunian sementara yang dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih.

Menurut Abdul Muhari, kondisi pengungsi di hunian sementara relatif aman, dan tidak terdampak signifikan dari erupsi yang baru terjadi.

BNPB bersama Badan Geologi Kementerian ESDM terus memantau intensif aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang saat ini masih berstatus Level IV (Awas).

Hasil pemantauan alat seismik di Pululera menunjukkan masih adanya aktivitas tremor yang mengindikasikan dinamika magma di bawah permukaan.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas yang berwenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Penanganan Dampak Erupsi Gunung Lewotobi: Ribuan Warga Mengungsi, Kondisi Terkendali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!