Selasa, 14 APRIL 2026 • 15:13 WIB

Dampak AS Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak dan Gas Global Melonjak?

Author

Dampak AS blokade Selat Hormuz. (REUTERS/Stringer)

INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) mengancam memblokade Selat Hormuz, Iran, dengan angkatan laut Negara Paman Sam. AS mulai memberlakukan blokade ini pada Senin 13 April 2026, waktu setempat.

Blokade AS dilakukan di tengah gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran yang dimulai sejak Rabu 8 April 2026. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum menaiki pesawat Air Force One. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

AS memutuskan memblokade Selat Hormuz setelah tidak tercapainya kesepakatan damai antara AS dengan Iran dalam perundingan di Pakistan, pada akhir pekan lalu.

Presiden AS, Donald Trump, mengaku blokade ini bertujuan membuka lagi Selat Hormuz yang sebelumnya dijaga ketat oleh Iran. 

Baca juga: Presiden Iran Kutuk Kritik Donald Trump kepada Paus Leo

Trump berdalih blokade ini akan menurunkan harga minyak dan gas global, sekaligus menekan Iran supaya mau balik ke meja perundingan.

Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling aktif yang dilalui sekira 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Tak ayal, penjagaan ketat oleh Iran membuat harga energi global melonjak.

Iran melakukan penjagaan ketat, terutama untuk kapal-kapal milik agresor dan sekutunya, sejak serangan AS-Israel ke pihak Teheran pada 28 Februari 2026. Iran membalasnya dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Kini, AS memutuskan untuk memblokade Selat Hormuz. Trump menilai blokade akan membuat Iran tidak bisa memeras dunia lagi terkait lalu lintas di Selat Hormuz dan mengancam dengan ambisi nuklirnya.

“Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia, karena itulah yang mereka lakukan. Mereka benar-benar memeras dunia. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Trump, dikutip dari Antara, Selasa (14/4/2026).

Cara Kerja Blokade Selat Hormuz

Bagaimana cara AS melakukan blokade masih jadi pertanyaan. Militer AS pun belum buka suara terkait implementasi dari perintah Trump, seperti berapa banyak kapal perang yang digunakan, apakah ada pesawat tempur, dan bagaimana peluang sekutu Teluk membantu Negara Paman Sam.

Namun, peluang militer AS menembakkan rudal ke kapal-kapal tanker yang hendak menerobos blokade Negara Paman Sam di Selat Hormuz, dinilai kecil oleh para ahli.

Menurut para ahli, angkatan laut AS kemungkinan besar akan menggunakan ancaman untuk memaksa kapal-kapal tersebut mengubah arah. Jika itu tidak berhasil, militer AS akan menurunkan pasukan bersenjata untuk mengambil alih kendali atas kapal-kapal tersebut.

Mantan pejabat senior Pentagon selama masa pemerintahan Joe Biden yang sekarang bekerja di Washington Institute for Near East Policy, Dana Stroul, misi blokade ini sulit dilaksanakan sendirian, baik untuk jangka menengah maupun panjang.

“Trump ingin solusi cepat. Kenyataannya, misi ini sulit dilaksanakan sendirian dan kemungkinan besar tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang,” jelas Stroul, dikutip dari The Guardian.

Dampak AS blokade Selat Hormuz. (REUTERS/Dado Ruvic)

Potensi Harga Energi Global Melonjak

Para ahli menyatakan blokade AS dapat menyebabkan peningkatan harga minyak menjadi lebih tinggi. Akan tetapi, itu juga bergantung pada cakupan dan implementasinya.

Direktur Pelaksana Riset di perusahaan riset ClearView Energy Partners, Kevin Book, menilai respons Iran terhadap blokade AS akan menentukan juga seberapa tinggi harga energi global.

Baca juga: Disebut Lemah oleh Trump karena Tolak Perang AS di Iran, Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut

“Bagaimana Teheran merespons juga penting. Pembalasan Iran dan/atau Houthi terhadap jalur alternatif produsen Teluk dapat mendorong harga lebih tinggi lagi,” ungkap Book.

Blokade AS untuk kapal-kapal yang bawa minyak Iran, akan memutus pasokan dana untuk pihak Teheran. Akan tetapi, di sisi lain, harga energi global akan terdampak negatif.

Bahkan, peningkatan harga minyak mentah AS pun telah terjadi sejak pengumuman blokade Selat Hormuz oleh Trump. Peningkatan 8 persen harga minyak mentah AS jadi USD104,24 per barel. 

Selain itu, minyak mentah Brent naik 7 persen menjadi USD102,29 per barel. Menurut standar internasional, minyak mentah Brent dihargai USD70 per barel. Saat konflik AS-Israel dan Iran pecah, harga minyak mentah Brent naik hingga USD119 per barel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU