INDOZONE.ID - Setiap negara di dunia punya bentuk pemerintahan masing-masing. Pemilihan bentuk pemerintahan disesuaikan dengan berbagai hal, seperti karakteristik bangsa, wilayah, hingga ideologi.
Setiap bentuk pemerintahan punya struktur dan cara memerintah yang berbeda-beda. Secara umum, ada delapan bentuk pemerintahan di dunia.
Yuk, simak penjelasan selengkapnya!
Bentuk-bentuk Pemerintahan Dunia
1. Monarki
Monarki menempatkan kekuasaan pada satu orang, biasanya raja atau ratu. Secara linguistik, monarki berasal dari bahasa Yunani, yaitu monos (satu) dan archein (memerintah).
Sistem ini biasanya digunakan oleh kerajaan dengan kekuasaan tertinggi diturunkan secara turun-temurun berdasarkan garis keturunan.
Bentuk pemerintahan ini akan berjalan baik jika mengutamakan kepentingan rakyat. Jika tidak, bentuk pemerintahan monarki bisa cuma menguntungkan kepentingan pribadi yang menelurkan pemimpin otoriter.
Negara dengan bentuk pemerintahan monarki, adalah Inggris, Belanda, Spanyol, dan Jepang.
Klasifikasi bentuk pemerintahan monarki, menurut Aristoteles:
Baca juga: Apa yang Dimaksud Identitas Nasional Indonesia? Ini Pengertian hingga Tujuannya
- Monarki Heroik - Raja jadi hakim, panglima, dan pemimpin agama.
- Monarki Barbarian - Kekuasaan turun-temurun, tapi penuh kesewenangan.
- Monarki Lacedaemonian - Ada hukum dan lembaga yang membatasi kekuasaan.
- Monarki Absolut - Raja atau ratu pegang kendali penuh tanpa ada hukum yang membatasi.
2. Aristokrasi
Selanjutnya, ada bentuk pemerintahan aristokrasi. Dalam bentuk pemerintahan ini, negara dijalankan oleh segelintir orang, seperti orang yang dianggap paling bijak, cendikiawan, dan bangsawan dengan kemampuan menjalankan pemerintah.
Bentuk pemerintahan ini bisa berubah jadi oligarki jika hanya mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri, bukan rakyat.
3. Polity
Posisi ketiga ditempati oleh bentuk pemerintahan polity. Bentuk pemerintahan ini dijalankan oleh warga dengan kualifikasi tertentu, seperti moral, pendidikan, dan kepedulian sosial.
Biasanya, bentuk pemerintahan ini dikuasai oleh kelas menengah. Mereka akan menjadi penyeimbang antara kelas kaya dan miskin.
Polity kerap disamakan dengan demokrasi konstitusional di dunia modern. Sebab, demokrasi konstitusional membuat rakyat punya hak politik untuk memilih pemimpinnya, tapi tetap ada hukum dan konstitusi yang mengatur.
Hukum dan konstitusi ini akan mencegah suatu kelompok warga mendominasi pemerintahan yang menjadi cikal bakal tirani mayoritas.
4. Oligarki
Lalu, ada bentuk pemerintahan oligarki yang menempatkan sekelompok kecil orang dengan kekayaan atau pengaruh besar punya kekuasaan tertinggi dalam pemerintah.
Kamu harus tahu, ada tiga bentuk oligarki, yaitu:
Baca juga: Daftar 8 Presiden Indonesia dari 1945 hingga Sekarang, Lengkap dengan Profil Singkat
Kekuasaan dipegang orang-orang kekayaan sedang;
Kekuasaan dipegang orang-orang sangat kaya;
Kekuasaan diwariskan secara turun-temurun di antara keluarga kaya.
Oligarki biasanya menelurkan keputusan dan kebijakan yang menguntungkan kelompok elite, ketimbang rakyat.
5. Demokrasi
Posisi kelima ditempati oleh demokrasi yang mempercayakan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Demokrasi dikenal sebagai pemerintahan yang dari, oleh, dan untuk rakyat.
Menilik penjelasan itu, rakyat punya hak untuk memilih pemimpin, menyampaikan pendapat, dan turut serta menentukan arah kebijakan pemerintah.
Negara yang memakai bentuk pemerintahan ini, adalah Indonesia, Amerika Serikat (AS), India, dan Brasil.
6. Tirani
Pada posisi keenam, ada tirani yang menempatkan kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan di tangan oleh satu orang tanpa ada kontrol baik dari hukum maupun rakyat. Tirani melahirkan para pemimpin otoriter yang tidak mementingkan kepentingan rakyat.
7. Timokrasi
Lalu, Timokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh orang-orang dengan tujuan mendapatkan kehormatan, kemasyhuran, dan kebanggaan atas negaranya.
Pemimpin dalam bentuk pemerintahan ini biasanya datang dari golongan bangsawan atau militer dengan rasa nasionalisme tinggi.
Sayangnya, praktik tirani kerap diwarnai penyalahgunaan kekuasaan yang hanya menguntungkan pribadi atau kelompok tertentu.
8. Republik
Terakhir, ada bentuk pemerintahan republik yang bercirikan kepala negara dipilih rakyat, bukan berdasarkan warisan turun-temurun.
Baca juga: Supremasi Sipil: Sejarah hingga Penerapannya di Indonesia!
Republik bertujuan mensejahterakan masyarakat dan mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu orang.
Kamu harus tahu, beberapa ahli menyebut republik sebagai bentuk pemerintahan, sedangkan yang lain mengkategorikannya sebagai bentuk negara. Bahkan, di era modern, banyak negara demokrasi berbentuk republik, seperti Indonesia.
Setiap bentuk pemerintahan punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Akan tetapi, sebuah bentuk pemerintahan akan berjalan baik dan lancar selama mementingkan rakyat ketimbang kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KPU