Aspek Trigatra dalam Ketahanan Nasional Indonesia: Faktor Determinan dari Kekuatan Pembangunan Nasional
INDOZONE.ID - Ketahanan nasional Indonesia merupakan integrasi dari aspek Astagatra yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra. Kali ini, Indozone akan mengulas perihal Trigatra.
Namun, Trigatra dan Pancagatra tidak bisa dipisahkan. Sebab, kedua istilah ini melambangkan aspek penting terkait kekuatan dan stabilitas negara yang berujung pada ketahanan nasional.
Oleh sebab itu, memahami keduanya akan amat penting dalam upaya menjaga ketahanan nasional. Akan tetapi, Trigatra akan mendapatkan porsi sorotan lebih besar dalam artikel ini.
Makna Trigatra
Trigatra adalah tiga aspek alamiah yang membentuk kondisi dasar suatu negara. Karena berupa aspek alamiah, Trigatra bersifat tetap dan tidak dapat diubah secara langsung oleh manusia.
Baca juga: Indonesia-Thailand Perbarui Kerja Sama Ekonomi Kreatif: Perkuat Produk Halal, Film, dan Gim
Nah, tiga aspek dalam Trigatra adalah geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam. Aspek alamiah Trigatra merupakan faktor determinan dari kekuatan pembangunan nasional.
Menilik sifatnya yang sulit diubah secara langsung oleh manusia, pengelolaan Trigatra secara bijak menjadi amat penting.
Supaya lebih paham, yuk simak tiga aspek alamiah dalam Trigatra:
1. Geografis
Letak Indonesia sangat strategis dalam perdagangan internasional. Bagaimana tidak, secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia serta Benua Australia, dan dua samudra, yakni Samudra Hindia serta Samudra Pasifik.
Sayangnya, ada sisi negatif dari letak geografis Indonesia. Karena terletak di antara pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik, Indonesia jadi rawan bencana alam.
Menilik kondisi ini, pemerintah harus melakukan dua hal. Pertama, pemerintah membangun infrastruktur, mempersiapkan anggaran, hingga kebijakan yang mendukung keuntungan dari letak geografis Indonesia dalam perdagangan internasional.
Selanjutnya, perihal fakta Indonesia rawan bencana, pemerintah mesti mempersiapkan kesiapsiagaan bencana, mulai dari pencegahan hingga penanggulangannya.
2. Demografi
Indonesia diberkahi dengan populasi penduduk yang amat banyak. Berdasarkan data World Population Review, populasi penduduk Indonesia hampir menyentuh 288 juta jiwa.
Dengan sumber daya manusia sebanyak itu, Indonesia punya modal untuk jadi negara kuat, terutama dalam ketahanan nasional. Akan tetapi, untuk jadi negara kuat, kualitas sumber daya manusia juga penting, bukan hanya jumlah.
Pemerintah harus menyediakan pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas, untuk memiliki sumber daya manusia yang oke pula.
Kini, pemerintah telah memiliki berbagai program, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi pendudukan yang membutuhkan.
Program-program tersebut dimaksudkan untuk mensejahterakan rakyat sehingga Indonesia punya populasi penduduk yang berkualitas.
3. Kekayaan Alam
Terakhir, Indonesia punya kekayaan alam yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Indonesia kaya laut dan hutan, tapi sumber daya alam itu harus dikelola dengan bijak dan berkelanjutan.
Baca juga: Hukuman Mati di Indonesia: Pengertian, Dasar Hukum KUHP, dan Prosedur Eksekusinya
Tanpa pengelolaan yang bijak, sumber daya alam Indonesia bisa rusak atau bahkan hilang seiring waktu berjalan.
Pemanfaatan sumber daya alam dengan optimal, tapi tetap berkelanjutan, akan jadi salah satu fondasi Indonesia untuk jadi negara maju di masa depan.
Perbedaan Trigatra dengan Pancagatra
Lalu, apa perbedaan Trigatra dengan Pancagatra? Jika Trigatra identik dengan aspek alamiah yang sulit diubah, Pancagatra punya keterkaitan dengan aspek sosial yang dapat dikendalikan oleh pemerintah dan masyarakat.
Pancagatra terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam (pertahanan dan keamanan). Pancagatra merupakan kondisi yang tercipta dari hasil pembangunan nasional.
Meski berbeda, Trigatra dan Pancagatra merupakan satu kesatuan dalam Astagatra. Kombinasi keduanya dalam Astagatra jadi acuan bagi Indonesia dalam menanggapi berbagai permasalahan, seperti perubahan iklim, kemiskinan, bencana alam, hingga ancaman dari luar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lemhannas, Gramedia