INDOZONE.ID - Dewan Pengurus Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) menilai sektor pertahanan menjadi salah satu bidang paling menonjol selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Arah kebijakan pertahanan nasional kini jauh lebih terarah, modern, dan menyentuh aspek semangat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata),” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPN IARMI, Muhammad Arwani Deni, dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (20/10/2025).
Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada pembaruan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga membangun sistem pertahanan yang komprehensif dan berakar pada partisipasi rakyat.
Arwani menilai Prabowo berhasil membangun postur pertahanan yang kuat secara militer, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab bersama di masyarakat.
Ia menambahkan, stabilitas politik dan ekonomi nasional yang relatif terjaga selama satu tahun terakhir tidak terlepas dari sinergi solid antara TNI, Polri, dan intelijen.
Baca juga: Antisipasi Konflik Global, Panglima: TNI Perkuat Pertahanan Negara
“Pertahanan yang tangguh menjadi jaminan bagi stabilitas politik dan ekonomi. Ketika unsur keamanan bersinergi dengan baik, rakyat bisa beraktivitas dengan tenang dan pembangunan terus bergerak,” ujarnya.
Arwani juga mengapresiasi pembentukan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menata kebijakan pertahanan lintas lembaga.
Ia menilai kehadiran DPN mencerminkan keseriusan Presiden Prabowo dalam membangun arsitektur pertahanan nasional yang terpadu dan terencana.
Namun demikian, ia mendorong agar pelibatan unsur masyarakat sipil diperkuat, sehingga konsep pertahanan semesta benar-benar inklusif dan representatif.
“Keterlibatan elemen sipil penting agar kebijakan pertahanan tidak eksklusif militeristik, tetapi juga mencerminkan kekuatan sosial dan kultural bangsa,” kata Arwani.
Arwani juga menyoroti langkah pemerintah membentuk 100 Batalyon Teritorial Pembangunan dan 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, yang menurutnya merupakan inovasi besar dalam menghubungkan fungsi pertahanan dengan pembangunan nasional.
“Ini langkah luar biasa karena prajurit kini tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga terlibat langsung mendukung pembangunan di daerah perbatasan, wilayah tertinggal, dan pulau-pulau terluar,” ujarnya.
Baca juga: TNI Tekankan Pergeseran Paradigma Pertahanan Siber dalam Forum CAMP di Korea Selatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA