INDOZONE.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kasus wabah Ebola yang melanda Kongo telah melebihi 1.000 kasus terkonfirmasi hanya dalam waktu satu bulan sejak pertama kali terdeteksi.
Menurut WHO, situasi ini jadi epidemi Ebola terbesar dalam sejarah negara tersebut pada tahap awal penyebaran wabah.
Dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa, Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdi Mahamud, mengungkapkan bahwa hingga Senin, Kementerian Kesehatan Kongo telah mencatat 1.048 kasus Ebola yang terkonfirmasi, termasuk 267 kematian.
"Sejak saya terakhir memberikan pembaruan pada 9 Juni dari Bunia, wabah ini terus meluas," kata Mahamud.
Baca juga: Wabah Ebola di Kongo Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Penyebarannya Sangat Cepat
Setelah sebulan mengamati penyebaran Ebola di Kongo, Mahamud menjelaskan penyebarannya berbeda-beda di setiap zona kesehatan yang terdampak. Beberapa wilayah menunjukkan tren yang relatif stabil, sementara daerah lain mengalami lonjakan kasus yang cukup tajam.
Untuk mengimbangi peningkatan jumlah pasien, kapasitas penanganan terus diperluas. Dalam dua pekan terakhir, jumlah tempat tidur untuk perawatan pasien Ebola meningkat dari hanya beberapa unit menjadi lebih dari 500 tempat tidur yang tersebar di 19 pusat kesehatan.
Peningkatan juga terjadi pada kapasitas pengujian laboratorium. Jika bulan lalu hanya mampu melakukan sekitar 30 tes per hari, kini delapan laboratorium yang tersebar di Provinsi Ituri, North Kivu, dan South Kivu dapat memproses lebih dari 2.000 tes setiap harinya.
Meski demikian, WHO memperingatkan bahwa fasilitas kesehatan mulai mengalami tekanan yang cukup berat. Saat ini, sekitar 84 persen kapasitas tempat tidur yang tersedia telah terisi oleh pasien.
Mahamud menggambarkan wabah ini sebagai situasi yang "menantang dan kompleks". Karena itu, WHO mengajukan permohonan pendanaan sebesar 115 juta dolar AS untuk memperlambat laju penyebaran sekaligus menghentikan penularan virus Ebola.
Selain itu, negara tetangga, Uganda, juga melaporkan satu kasus Ebola terkonfirmasi terbaru yang berkaitan dengan wabah yang sedang berlangsung di Kongo. Kasus tersebut menjadi kasus Ebola ke-20 yang tercatat di Uganda dalam kaitannya dengan penyebaran lintas batas dari negara tetangga tersebut.
Baca juga: Thailand Terapkan Karantina 21 Hari bagi Pelancong dari Kongo dan Uganda Akibat Wabah Ebola
WHO terus memantau perkembangan situasi dan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memperkuat upaya pengendalian wabah guna mencegah penyebaran yang lebih luas di kawasan Afrika Tengah dan Afrika Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu