Rabu, 08 APRIL 2026 • 13:30 WIB

1.700 Turis Inggris Tumbang di Cape Verde, TUI Digugat Massal

Author

Ilustrasi narapidana. (freepik)

INDOZONE.ID - Lebih dari 1.700 orang kini bergabung dalam aksi hukum terhadap perusahaan perjalanan Tui. Mereka jatuh sakit saat berlibur di Kepulauan Cape Verde, Afrika Barat.

Pengacara dari firma Irwin Mitchell yang memimpin gugatan cedera pribadi ini, seperti yang dilansir dari BBC. Klien mereka bahkan ada yang jatuh sakit baru dua minggu lalu.

Yang lebih mengkhawatirkan, sedikitnya delapan warga Inggris dilaporkan meninggal setelah berlibur di sana dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini terus bergulir sejak 2023.

Penyakit Mematikan Menyerang Mulai dari Bayi hingga Lansia

Pengacara Irwin Mitchell, Jatinder Paul, mengaku belum pernah melihat kasus sebesar ini. "Dalam semua tahun saya bekerja, saya belum melihat kasus sebesar ini dengan banyak korban meninggal," ujarnya.

Para klien melaporkan terkena penyakit gastrointestinal seperti E. coli, salmonella, dan shigella. Infeksi parasit seperti cryptosporidium juga menyerang para wisatawan.

Baca juga: Elon Musk dan JK Rowling Digugat Imane Khelif karena Cyberbulling soal Gender

Yang memprihatinkan, korban termasuk anak-anak seusia enam bulan. Mereka ikut menderita akibat liburan yang seharusnya menyenangkan bersama keluarga.

Pada Februari lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sudah mengeluarkan peringatan. Sejak Oktober 2025, ada 112 kasus shigella dan 43 salmonella terkait perjalanan ke Cape Verde.

Klien Meninggal Dunia, Termasuk Ibu yang Jatuh di Kamar

Ilustrasi orang meninggal dunia. (nst.com.my)

Salah satu korban adalah Elena Walsh, 64 tahun, asal Birmingham. Ia menginap di resor bintang lima RIU Cabo Verde saat mulai merasa tidak enak badan pada 8 Agustus tahun lalu.

Walsh dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dua hari kemudian. Putranya, Sean Walsh, mengatakan ibunya memburuk dengan sangat cepat.

"Sepanjang malam kami di sana menemaninya. Tapi ia terus memburuk," kenang Sean. Ia kini memperingatkan orang lain untuk tidak pergi ke sana.

Kasus lain menimpa Karen Pooley, 64 tahun, dari Lydney. Ia jatuh sakit dengan gejala lambung pada 11 Oktober saat liburan dua pekan.

Saat berlari ke kamar mandi untuk muntah keesokan harinya, ia terpeleset akibat air bocor dari kulkas. Pooley mengalami patah kaki, lalu dirawat di klinik Cape Verde.

Ia diterbangkan ke Tenerife pada 16 Oktober dan meninggal keesokan harinya. Penyebabnya adalah sepsis dan gagal multi-organ.

Putri Karen, Liz Pooley, menyalahkan Tui atas kematian ibunya. "Tidak ada keluarga yang harus FaceTime dengan ibunya pada Jumat malam, lalu Jumat berikutnya mengatur pemakaman," ujarnya sedih.

Baca juga: Korban Mafia Tanah Digugat Tersangka Rp 500 Juta, Kuasa Hukum Pastikan Tak Akan Ganggu Proses Peradilan

Klaim Ganti Rugi Mencapai Jutaan Pound

Paul dari Irwin Mitchell menegaskan pihaknya akan menuntut Tui. "Mereka punya tanggung jawab membawa klien kami berlibur dengan paket yang tidak akan menyebabkan penyakit," tegasnya.

"Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya." Jika tidak terselesaikan secara damai, pengacara berharap hakim di Pengadilan Tinggi memerintahkan pembayaran ganti rugi jutaan pound.

Sejak 2022, Tui telah membawa lebih dari satu juta wisatawan ke Cape Verde. Negara bekas jajahan Portugis ini memang populer karena pantai berpasir emas dan cuaca hangat sepanjang tahun.

Namun, pengacara mengaku telah mengumpulkan bukti adanya masalah di beberapa hotel. Rekaman yang dilihat BBC menunjukkan makanan tampak kurang matang, prasmanan dikerumuni lalat, serta adanya jamur di kamar.

Tui Belum Bisa Memberi Pernyataan Resmi

Tui mengatakan sedang menyelidiki klaim tersebut. Pihaknya mengaku “tidak dalam posisi untuk memberikan pernyataan pada tahap ini”.

Perusahaan juga belum memiliki akses ke laporan kesehatan Cape Verde yang masih belum dipublikasikan. Tui menegaskan mereka memberikan dukungan bagi pelanggan yang sakit di resor.

Sementara itu, RIU Hotels and Resorts menyatakan keselamatan tamu adalah prioritas utama. Mereka mengklaim hotel di Cape Verde mengikuti standar kesehatan internasional paling ketat.

Namun, bagi keluarga korban seperti Sean Walsh, pernyataan itu tidak berarti. "Ibuku tidak kembali. Jika orang mau mengambil risiko, silakan. Tapi saya bilang pada orang: jangan pergi ke sana," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bbc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU