INDOZONE.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan satu gudang beras milik pengusaha swasta di Sabang, Aceh, disegel setelah melakukan impor ilegal 250 ton beras tanpa persetujuan pemerintah pusat.
“Ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton tanpa izin dari pusat. Tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam, langsung disegel,” ujar Amran dalam jumpa pers di Jakarta, dikutip Senin (24/11/2025).
Dia menjelaskan, beras asal Thailand itu tiba pada 16 November 2025 dan belum dibongkar saat kedatangan. Pada 22 November, beras kemudian dibongkar dan dipindahkan ke gudang milik perusahaan berinisial PT MSG.
Amran mengatakan ia menerima laporan saat sedang menjalani perawatan infus, namun segera menghentikan perawatan untuk memastikan penindakan dilakukan cepat sesuai arahan Presiden Prabowo terkait larangan impor ketika stok nasional melimpah.
Ia menegaskan kebijakan Presiden untuk tidak melakukan impor harus dipatuhi seluruh aparatur negara. Karena itu, tindakan tegas terhadap pelanggaran menjadi kewajiban demi menjaga stabilitas pangan.
Baca juga: Polri Bongkar 4 Kasus Impor Ilegal dalam 3 Bulan Terakhir: Negara Rugi hingga Rp64 M!
“Bapak Presiden sudah menyampaikan tidak boleh impor karena stok kita banyak. Seluruh warga negara Indonesia, apalagi aparat, harus patuh,” ucapnya.
Mentan menyebut stok beras nasional berada pada posisi sangat aman menjelang akhir tahun, sehingga impor ilegal tidak hanya merugikan tetapi juga mencederai semangat kemandirian pangan.
Ia turut mengapresiasi aparat hukum yang bergerak cepat menyegel gudang dan memastikan tidak ada beras yang keluar selama proses penyelidikan.
Amran menilai terdapat kejanggalan pada proses impor tersebut. Rapat pembahasan di Jakarta baru dilaksanakan 14 November, sementara izin impor dari Thailand sudah terbit sebelumnya. Ia menyebut laporan dari Dirjen, Deputi, dan Bapanas menunjukkan tidak ada persetujuan yang diberikan.
Baca juga: Rakyat Masih Ngeluh Harga Beras Mahal Padahal Stok Bulog Melimpah
“Belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, Deputi, Bapanas, apakah Anda menyetujui? Ternyata menolak, tapi tetap dilakukan,” jelasnya.
Ia menolak alasan harga beras Thailand atau Vietnam yang lebih murah, karena Indonesia tahun ini berhasil menekan impor dan menjaga harga tetap terkendali berkat produksi yang melimpah.
Amran juga menyebut beberapa negara sempat meminta kuota ekspor beras ke Indonesia, namun ditolak Presiden karena stok dalam negeri mencukupi.
Perusahaan PT MSG diduga menjadi importir beras tanpa persetujuan sah. Pemerintah memastikan seluruh beras hasil impor ilegal tidak boleh keluar dari gudang sampai proses penyelidikan dan keputusan hukum selesai.
Amran menegaskan tindakan ini merupakan upaya menjaga kedaulatan pangan nasional serta meminta seluruh masyarakat dan pelaku usaha mematuhi kebijakan pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA