Tangkapan layar rekaman CCTV pelajar bacok pelajar lain di Jakarta Barat. (dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Peristiwa pembacokan pelajar yang dilakukan oleh pelajar lain di Jakarta Barat viral di media sosial. Usai membuat korbannya terluka, pelaku langsung diamankan polisi.
Peristiwa itu sendiri viral salah satunya diunggah oleh akun Instagram reset.feeds. Dalam video yang diposting memperlihatkan saat korban berpapasan dengan pelaku.
Pelaku yang masih mengenakan seragam sekolah turun dari sepeda motor dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban terlihat berupaya melarikan diri.
Baca juga: Brak! Pelajar Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan Hingga Terjatuh dari Fly Over Greenlake
"Seorang pemotor menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh pelajar bersenjata tajam di kawasan Rawa Belong dekat SDN 17 Palmerah pada Selasa (9/6) siang," tulis akun tersebut dalam postinganya seperti dilihat pada Kamis (11/6/2026).
Dikonfirmasi awak media, Kapolsek Palmerah AKP Parman BM Nainggolan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut jika peristiwa itu bukanlah aksi tawuran.
"Itu bukan tawuran tapi pembacokan yang dilakukan oleh pelaku, yang saat itu korban mau ke sekolah melewati Gang T di Kelurahan Palmerah," kata Parman.
Kala itu, korban yang menaiki sepeda motor berpapasan dengan pelaku. Dua pelaku turun dan langsung menyerang korban.
"Salah satu langsung memukul pakai ikat pinggang dan itu memicu temannya untuk melakukan pembacokan. Setelah melakukan itu, pelaku langsung kabur," ucapnya.
Tak butuh waktu lama, dua pelajar yang menyerang korban langsung berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam waktu singkat.
"Anggota kita melihatnya dari medsos pada sore hari, kemudian langsung ke TKP dan cek CCTV. Saat itu juga dikejar dan didapatkan untuk dapat mengamankan pelaku," katanya.
Akibat peristiwa ini, korban menderita luka sebanyak tujuh jahitan. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman termasuk motif pelaku menyerang korban.
Baca juga: 40 Pelajar Jadi Korban Tewas dalam Serangan Israel ke Iran Bagian Selatan
"Itu masih kita dalami karena pada saat itu korban hanya sendiri. Kalau dibilang tawuran, maka dia akan mencarikan kelompok, tapi ini adalah personal yang sedang lewat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan