Jumat, 17 JANUARI 2025 • 17:15 WIB

Kabinet Israel akan Melakukan Pemungutan Suara Mengenai Gencatan Senjata dan Pembebasan Tawanan

Author

Tank Israel di perbatasan Suriah.

INDOZONE.ID - Tim negosiasi Israel telah memberitahu Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, telah bahwa kesepakatan telah dicapai terkait gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan dengan Hamas.

Keluarga para sandera yang ditawan oleh Hamas juga diberi tahu tentang kesepakatan tersebut.

"Netanyahu menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dan semua pihak yang membantu," kata kantornya pada Jumat (17/01/2025) dini hari waktu setempat.

Perdana Menteri Israel pada hari Kamis menuduh Hamas mengingkari beberapa bagian dari perjanjian tersebut.

Baca Juga: Jepang Tawarkan Rp129 Juta untuk Warga yang Mau Pindah dari Tokyo ke Desa Kecil

Hal ini menyebabkan penundaan dalam rapat kabinet Israel yang dijadwalkan untuk memberi suara pada kesepakatan tersebut sekaligus membutuhkan persetujuan dari kabinet dan pemerintah koalisi Israel.

Kabinet keamanan akan bertemu pada hari Jumat dan pemerintah akan melakukan sidang untuk menyetujui kesepakatan tersebut, kata kantor Netanyahu.

Ilustrasi gencatan senjata Israel dan Palestina

Namun masih ada pertentangan dari mitra sayap kanan dalam koalisi Netanyahu. Mereka menolak gagasan gencatan senjata dengan Hamas dan mengancam akan menggulingkan pemerintahannya.

Salah satu pihak yang kontra dengan kesepakatan tersebut, yaitu Itamar Ben Gvir, menteri keamanan nasional sayap kanan Netanyahu. Ia memperingatkan bahwa jika kesepakatan itu disetujui, ia dan fraksinya akan menarik diri dari pemerintahan Netanyahu.

Baca Juga: Inspiratif! Pemerintah El Salvador Tanggung Tagihan Listrik dan Air Warganya Selama Januari 2025

Menurut laporan media Israel, langkah tersebut tidak akan menjatuhkan koalisi yang berkuasa di bawah Netanyahu, meskipun partai-partai lain dapat mengikuti jejak Ben Gvir.

Seorang pejabat senior Hamas, yang namanya tidak bersedia disebutkan mengatakan kepada The Washington Post bahwa kedua pihak mencapai kesepakatan akhir pada Jumat pagi untuk tahap pertama gencatan senjata setelah berjam-jam negosiasi.

Jika dilaksanakan hari Minggu, kesepakatan itu akan membawa kelegaan bagi penduduk Gaza yang menderita dan kelaparan, serta bagi para tawanan yang diambil dari Israel dan ditahan di kantong itu selama lebih dari 15 bulan.

Kesepakatan itu diharapkan akan dimulai dengan gencatan senjata selama 42 hari di mana militer Israel akan menarik mundur pasukannya dibeberapa wilayah Gaza.

Penarikan pasukan tersebut disertai dengan diizinkannya bantuan ke Jalur Gaza, serta pertukaran sandera Israel yang ditahan Hamas dengan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, menurut Presiden Joe Biden.

“Tahap berikutnya yang masih dinegosiasikan yaitu pembebasan semua sandera, penarikan penuh Israel dari Gaza dan gencatan senjata permanen,” kata Biden.

Berikut hal-hal yang terjadi setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata:

  1. Masyarakat Gaza merayakan kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Doha. Gencatan senjata akan mulai berlaku pada hari Minggu, 19 Januari 2024. Namun perayaan tersebut tidak berlangsung lama sebab Israel melakukan serangan udara menjelang dimulainya kesepakatan. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan pada Kamis sore bahwa sedikitnya 77 orang telah tewas dan lebih dari 250 orang terluka sejak kesepakatan diumumkan pada malam sebelumnya, termasuk 21 anak-anak dan 25 wanita.
  2. Seorang pejabat senior pemerintahan Biden, yang berbicara tanpa disebutkan namanya berharap enam minggu pertama kesepakatan itu diharapkan melibatkan pembebasan 33 sandera termasuk warga Amerika Keith Siegel dan Sagui Dekel-Chen.
  3. Biden mengklaim ia berhasil mengusahakan kesepakatan gencatan senjata beberapa hari sebelum meninggalkan jabatannya. "Jalan menuju kesepakatan itu tidak mudah," kata Biden pada hari Kamis dalam upacara perpisahan panglima tertinggi Pentagon. "Delapan bulan lalu, saya menetapkan unsur-unsur kesepakatan itu." Baik Biden dan Presiden terpilih Donald Trump sama-sama mengklaim keberhasilan dalam perjanjian gencatan senjata dalam konflik selama 15 bulan tersebut. Trump secara tegas mengatakan bahwa dialah yang memotivasi kesepakatan tersebut. Sedangkan Biden menekankan bahwa itu adalah rencana yang dia buat pada bulan Mei yang akhirnya diterima.
  4. Kementerian Kesehatan Gaza mengklaim setidaknya ada 46.778 orang tewas di Gaza dan 110.453 orang terluka selama perang. Kementerian tidak membedakan antara warga sipil dan anggota Hamas, tetapi mengatakan mayoritas korban tewas adalah wanita dan anak-anak.
  5. Pejabat Israel mengatakan mereka yakin 98 sandera masih berada di Gaza dan sekitar 60 orang masih hidup. Israel memperkirakan sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk lebih dari 300 tentara. Mereka juga mengklaim sebanyak 405 tentara tewas dalam operasi militernya di Gaza.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU