Selasa, 14 JANUARI 2025 • 20:59 WIB

Tentara Kongo Berhasil Merebut Kembali Beberapa Kota yang Dikuasai Pemberontak

Author

Ilustrasi Tentara Kongo. (REUTERS/Djaffar Sabiti)

INDOZONE.ID - Beberapa kota yang jatuh ke tangan kelompok bersenjata di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC) telah direbut kembali oleh pasukan pemerintah.

Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) mengatakan beberapa kota yang berhasil direbut kembali telah diduduki oleh pemberontak selama berbulan-bulan, termasuk Ngungu, kota penting di wilayah Masisi yang dekat dengan ibu kota provinsi Kivu Utara, Goma. Kota-kota di provinsi Kivu Selatan juga telah direbut kembali.

“Mereka telah menyaksikan pemberontakan yang mereka lakukan dihentikan oleh FARDC,” Guillaume Ndjike Kaiko, juru bicara militer di Kivu Utara. Ia juga menyebutkan kota-kota lain yang berhasil dipulihkan adalah Lumbishi, Ruzirantaka, Kamatale, Bitagata dan Kabingo.

“Mereka telah dipukul mundur,” kata Kaiko pada hari Minggu (12/01/2025). Ia juga mengaitkan kemenangan tersebut dengan operasi militer gabungan yang dipimpin oleh para komandan provinsi.

Baca Juga: Peningkatan Kekerasan di Kongo Semakin Mengkhawatirkan

Meski demikian, pemberontak telah membuat kemajuan di daerah lain di tengah pertempuran sengit di wilayah yang dilanda konflik tersebut. Beberapa desa Masisi masih berada di bawah kendali pemberontak termasuk pusatnya yang dikenal sebagai Pusat Masisi.

Wilayah timur DRC telah dilanda konflik selama beberapa dekade dengan lebih dari 100 kelompok bersenjata berebut wilayah yang kaya mineral tersebut. Sejak 2022, kelompok pemberontak M23 telah terlibat dalam konflik dengan tentara yang telah menyebabkan hampir dua juta orang mengungsi. Kinshasa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh Rwanda mendukung M23 dengan pasukan dan senjata sesuatu yang dibantah Rwanda.

Konflik di wilayah ini telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Sejak 1998, sekitar enam juta orang telah terbunuh sementara sekitar tujuh juta orang telah mengungsi di dalam negeri.

Berita tentang perebutan kembali kota-kota tersebut menimbulkan perasaan campur aduk di antara penduduk desa yang mengungsi dari daerah tersebut. Mereka khawatir akan keselamatan mereka saat merayakan kepulangan mereka ke rumah.

Baca Juga: Ribuan Orang di Kongo Mengungsi Akibat Gunung Meletus

“Kami berada di Ngungu, tetapi kami terus menderita karena keamanan tidak terjamin,” kata Nsabimana Alexis, seorang warga. “Orang-orang terus meninggal, kami baru saja menguburkan seseorang 30 menit yang lalu,” katanya.

Rita Ritagaza, warga Ngungu lainnya, mengatakan kepada Al Jazeera, “Kami berusaha menjauh dari daerah itu. M23 telah melancarkan serangan artileri berat ke rumah-rumah kami. Kami berharap kami akan memiliki tempat yang aman bagi keluarga kami yang jauh dari sini.”

Bentrokan yang sering terjadi antara pasukan Kongo dan pemberontak M23 telah membuat puluhan desa tidak dapat diakses dan tidak dapat dijangkau untuk mengirimkan bantuan.

“Kondisinya sungguh sulit. Kami kewalahan dan kami menghadapi masa depan yang suram,” kata David Munkley, direktur LSM World Vision untuk DRC Timur.

Lembaga amal Prancis Doctors Without Borders (MSF), kamp-kamp pengungsian di Masisi dan fasilitas bantuan semakin sempit karena semakin banyak orang mencoba mencari perlindungan dari kekerasan.

"Kami berupaya sebaik mungkin untuk menanggapi situasi ini. Namun, minimnya jumlah petugas kemanusiaan di daerah tersebut membuat keadaan menjadi sulit," kata Romain Briey, koordinator MSF di Masisi.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU