INDOZONE.ID - Hunter Biden baru saja mendapatkan grasi dari ayahnya, Presiden Joe Biden.
Keputusan ini mengejutkan publik, terutama setelah Biden sebelumnya berjanji tidak akan memberikan grasi kepada putranya.
Langkah ini menimbulkan berbagai pertanyaan tentang latar belakang keputusan tersebut dan dampaknya terhadap hukum serta politik di Amerika Serikat.
Apa Itu Grasi?
Grasi adalah bentuk pengampunan atas pelanggaran hukum federal.
Berdasarkan Konstitusi AS, presiden memiliki wewenang memberikan grasi penuh atau pengurangan hukuman.
Grasi penuh membebaskan seseorang dari hukuman pidana, sementara pengurangan hukuman hanya meringankan hukuman yang diberikan.
Tradisi ini berasal dari sistem hukum Inggris, di mana raja memiliki kekuasaan untuk memberikan pengampunan.
Dalam sejarah AS, banyak presiden yang menggunakan wewenang ini.
Sebagai contoh, Donald Trump memberikan 237 grasi selama masa jabatannya, sementara Barack Obama memberikan 1.927 grasi.
Namun, perlu dicatat bahwa presiden hanya dapat memberikan grasi untuk pelanggaran federal, bukan pelanggaran hukum negara bagian.
Selain itu, hukuman pemakzulan tidak dapat diampuni.
Baca Juga: Biden Ucapkan Selamat kepada Trump dan Ajak Bertemu di Gedung Putih
Kasus Apa yang Dihadapi Hunter Biden?
Hunter Biden menghadapi dua kasus besar: pelanggaran pajak dan pelanggaran terkait senjata api.
1. Kasus Pajak
Hunter didakwa menghindari pembayaran pajak sebesar USD 1,4 juta (Rp22,2 miliar).
Dana tersebut dilaporkan digunakan untuk gaya hidup mewah seperti menyewa hotel mewah dan hiburan lainnya, sementara ia mengabaikan kewajibannya sebagai warga negara.
2. Kasus Senjata Api
Hunter juga dinyatakan bersalah karena berbohong dalam formulir federal ketika membeli senjata pada 2018.
Ia menyatakan tidak menggunakan narkoba, meskipun saat itu sedang berjuang melawan kecanduan.
Kedua kasus ini terjadi pada masa sulit dalam hidup Hunter, sebelum ia berhasil pulih dari kecanduan pada 2019.
Baca Juga: Biden dan Harris Sebut Kematian Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Berpotensi Akhiri Perang di Gaza
Mengapa Grasi Ini Mengejutkan?
Sebelumnya, Joe Biden menyatakan tidak akan memberikan grasi kepada putranya.
Bahkan, pada November lalu, Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre menegaskan hal yang sama.
Namun, pada 1 Desember 2024, Biden justru memberikan grasi penuh kepada Hunter.
Grasi ini mencakup semua pelanggaran federal yang dilakukan Hunter antara 1 Januari 2014 hingga 1 Desember 2024. L
Dalam pernyataannya, Biden menegaskan bahwa Hunter telah menjadi korban penegakan hukum yang tidak adil dan serangan politik dari pihak oposisi.
Alasan Biden Memberikan Grasi
Biden menjelaskan bahwa putranya diperlakukan berbeda dari terdakwa lain dengan kasus serupa.
Ia merasa bahwa tekanan dari lawan politik membuat proses hukum terhadap Hunter menjadi tidak adil.
“Hunter telah lima tahun lebih hidup bersih dari narkoba, meskipun menghadapi serangan dan pengadilan yang tidak adil. Upaya untuk menghancurkan Hunter adalah bagian dari serangan terhadap saya, dan itu harus dihentikan,” ujar Biden.
Presiden Lain yang Pernah Memberi Grasi kepada Keluarga atau Teman
Biden bukanlah presiden pertama yang menggunakan hak prerogatifnya untuk mengampuni orang terdekat. Beberapa contoh lainnya:
- Donald Trump
Memberikan grasi kepada Charles Kushner, ayah dari menantunya, serta beberapa sekutu politiknya yang terlibat dalam investigasi Rusia.
- Bill Clinton
Mengampuni saudara tirinya, Roger Clinton, yang pernah dihukum karena kasus narkoba, dan Susan McDougal, mitra bisnisnya dalam kasus Whitewater.
Grasi untuk Hunter Biden menjadi sorotan publik karena menyangkut isu keadilan, hukum, dan etika politik.
Meskipun presiden memiliki hak untuk memberikan grasi, langkah ini memunculkan kritik bahwa keputusan tersebut lebih bersifat pribadi daripada demi kepentingan hukum yang adil.
Di tengah kontroversi ini, Biden menegaskan bahwa ia hanya ingin menghentikan ketidakadilan yang dialami putranya.
Keputusan ini akan terus menjadi perdebatan, baik di ranah hukum maupun politik, dan meninggalkan jejak dalam sejarah kepresidenan Joe Biden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com