INDOZONE.ID - Paus Fransiskus didatangi oleh aktivis LGBT untuk membatalkan larangan Gereja Katolik terhadap perawatan penegasan gender bagi orang transgender pada hari Sabtu ketika ia mengadakan pembicaraan dengan aktivis LGBTQ di Vatikan.
Pertemuan tertutup yang digelar di kediaman Paus itu berjalan selama 80 menit, dengan dihadiri seorang biarawati yang bekerja untuk komunitas LGBT, seorang anggota komunitas transgender, dan seorang dokter dari Amerika Serikat yang membantu mengelola klinik yang menyediakan perawatan hormonal penegasan gender untuk orang dewasa.
"Saya sangat ingin berbagi dengan Paus Fransiskus tentang kegembiraan saya menjadi orang Katolik transgender," kata Michael Sennett, yang ikut serta dalam pertemuan tersebut, kepada Reuters.
Baca Juga: Paus Fransiskus akan Mengangkat 21 Kardinal Baru Termasuk dari Indonesia
"Kegembiraan yang saya rasakan dari terapi penggantian hormon dan operasi yang telah saya lakukan yang membuat saya merasa nyaman dengan tubuh saya," tambah Sennett.
Sebelumnya, kantor doktrinal Vatikan "menolak dengan tegas" perawatan penegasan gender, dengan mengatakan bahwa hal tersebut berisiko mengancam martabat unik yang diterima seseorang sejak saat konsepsi.
Hal itu kemudian membuat kelompok LGBT mengkritik keras dokumen Vatikan tersebut dan mengatakan kantor doktrinal tidak meminta masukan dari orang transgender tentang pengalaman mereka sebelum menolak perawatan penegasan gender.
"Kami menyampaikan bahwa saat gereja membuat kebijakan di area ini, sangat penting untuk berbicara dengan individu transgender,” kata Cynthia Herrick, seorang ahli endokrinologi di sebuah klinik di St. Louis, Missouri, yang ikut serta dalam pertemuan dengan Paus.
"Paus sangat reseptif. Dia mendengarkan dengan sangat empatik. Dia juga berbagi bahwa dia selalu ingin fokus pada individu, kesejahteraan individu," tambahnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Minta Pemerintah Myanmar Bebaskan Aung San Suu Kyi
Paus mendapat pujian karena memimpin Gereja Katolik untuk mengambil pendekatan yang lebih ramah terhadap komunitas LGBTQ, dan telah mengizinkan para imam untuk memberkati pasangan sesama jenis berdasarkan kasus per kasus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters