Minggu, 19 MEI 2024 • 19:25 WIB

Kapal Tanker Panama Kebakaran usai Menerima Beberapa Serangan Rudal di Lepas Pantai Yaman

Author

Kapal tanker minyak Panama terbakar usai diserang rudal.

INDOZONE.ID - Kebakaran terjadi di atas kapal tanker minyak berbendera Panama setelah serangan rudal di lepas pantai Mokha, Yaman pada hari Sabtu (17/5/2024).

Menurut perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey, kapal tersebut diserang sekitar 10 mil laut barat daya Mokha.

Kapal minyak mentah milik Panama tersebut terbakar setelah sebelumnya terkena proyektil tak dikenal. Perusahaan maritim tersebut juga menyebutkan bahwa api berhasil dipadamkan oleh awak kapal.
 
Baca Juga: Iran Tahan Kapal Tanker Minyak Berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, Apa Alasannya?
 
"Kapal dan awaknya dilaporkan selamat. Kapal melanjutkan perjalanan ke pelabuhan panggilan berikutnya, " Tambah agensi maritim dalam catatan penasihatnya.
 
Kapal tersebut diketahui terdaftar di sebuah perusahaan Inggris bernama Maritime Ltd, yang sudah mengalami perubahan detail pendaftaran termasuk nama operatornya sekitar satu bulan lalu.
 
Gerakan Houthi yang menguasai Yaman utara dan sebagian besar pantai Laut Merah, sebelumnya telah mengumumkan dukungan untuk Palestina serta berniat untuk melakukan serangan terhadap kapal yang memiliki hubungan dengan Israel.
 
Pasukan tersebut juga meminta negara lain untuk menarik awak mereka dan menjauh dari wilayah tersebut. Meskipun demikian, mereka mengklaim tidak mengganggu kebebasan navigasi dan tidak menyentuh kapal dari negara lain.
 
Baca Juga: Serangan Terburuk, Houthi Serang Kapal Kargo di Lepas Pantai Yaman Tewaskan 3 Orang Kru
 
Ancaman yang diberikan oleh pasukan Houthi menyebabkan beberapa perusahaan menangguhkan transportasi melalui wilayah tersebut. Di sisi lain, AS dan Inggris telah menetapkan kembali kelompok milisi tersebut sebagai kelompok teroris.

Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU