INDOZONE.ID - Ribuan dokter muda di Korea Selatan melakukan mogok kerja dan unjuk rasa besar-besaran pada hari Kamis (22/2/2024), menentang rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran.
Aksi ini melumpuhkan layanan kesehatan di banyak rumah sakit, menyebabkan pembatalan operasi dan penundaan prosedur medis.
Lebih dari 9.000 dokter muda, sekitar dua pertiga dari total dokter muda di Korea Selatan, menghentikan pekerjaan mereka dan turun ke jalan.
Baca Juga: Putin Berikan Mobil Mewah untuk Kim Jong Un: Sentimen Diplomatik atau Strategi Politik?
Mereka memprotes kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa di sekolah kedokteran sebesar 4.000 orang dalam empat tahun ke depan.
Para dokter muda menganggap bahwa kebijakan ini tidak akan menyelesaikan masalah kekurangan tenaga medis di Korea Selatan.
Mereka menuntut pemerintah untuk meningkatkan gaji dan membaikkan kondisi kerja dokter, serta mengurangi beban kerja yang berlebihan.
Akibat dari mogok kerja ini, lebih dari 1.000 operasi telah dibatalkan di seluruh negeri, dan banyak pasien terpaksa menunggu lebih lama untuk mendapatkan perawatan.
Baca Juga: Berkas Kasus Pabrik Film Dewasa Siskaeee Cs Dilimpahkan Polisi ke Kejati DKI
Pasien yang membutuhkan perawatan darurat diarahkan ke rumah sakit lain yang masih beroperasi.
Unjuk rasa masih berlangsung, dan belum ada kesepakatan yang tercapai antara pemerintah dan para dokter muda.
Masyarakat Korea Selatan sendiri merasa sangat khawatir tentang dampak unjuk rasa ini terhadap layanan kesehatan.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters