Senin, 22 JANUARI 2024 • 15:35 WIB

Korban konflik Gaza Tembus 25.000 Jiwa, Israel Tetap akan Serang Palestina hingga Hamas Habis

Author

Para pelayat korban GAZA. (REUTERS/Anas al-Shareef)

INDOZONE.ID - Sejak perang berkecamuk pada 7 Oktober, Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkap total korban akibat serangan Israel mencapai lebih dari 25.000 jiwa. Bahkan dalam 24 jam terakhir dilaporkan 178 warga Palestina tewas, dan menjadikannya peristiwa mematikan yang pernah terjadi.

Mirisnya, kebanyakan dari korban merupakan anak-anak dan wanita. Seain itu, sebagian besar dari korban ini juga merupakan warga sipil Gaza.

Melihat jumlah korban perang meningkat, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres, mengecam tindakan Israel atas serangan brutal di Gaza.

"Operasi militer Israel telah menyebarkan pemusnahan massa dan membunuh warga sipil dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya selama saya menjabat sebagai sekretaris jenderal," kata Gutteres, pada Minggu (22/1/2024) yang dikutip dari Reuters.

Menurut laporan Reuters, Israel dan Hamas terus melakukan serangan di beberapa wilayah di Gaza mulai dari Jabalia di utara hingga Khan Younis di selatan.

Baca Juga: Netanyahu Diprotes Usai Tolak Tawaran Damai dan Pembebasan Sandra Israel

Pihak Israel mengklaim pasukannya melakukan pembersihan di wilayah utara dan selatan dari Hamas. Aksi ini mengakibatkan lebih dari 2,3 juta penduduk mengungsi dari rumahnya.

Terakhir, Israel terus membombardir wilayah Khan Younis dan mengakibatkan suara ledakan hebat di seluruh kota. Serangan ini juga menyasar kamp penampungan dan menewakan satu warga tewas dan tujuh terluka.

Alih-alih bertanggungjawab dan menghentikan perang, Israel menyebut serangannya bertujuan untuk menumpas kelompok Hamas. Mereka menuding Hamas beroperasi di tengah-tengah padat penduduk dan menggunakan warga sipil sebagai tamengnya. Namun tuduhan tersebut disangkal oleh Hamas.

Baca Juga: Warga Israel Lakukan Aksi Demonstrasi Tuntut Gencatan Senjata di Gaza

Selain itu, sikap Israel menentang pembentukan Palestina sebagai negara juga dapat memperpanjang konflik di Gaza. Israel juga menolak solusi sekutunya, Amerika untuk membuat kesepakatan dua negara dengan Palestina.

Hamas juga sempat menawarkan damai dengan membebaskan para tawanan perang asal Israel menarik seluruh tentaranya di Gaza. Lagi-lagi tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Israel dan tetap bersikukuh untuk berkuasa penuh terhadap keamanan di Gaza.

Penulis: Gina Nurulfadilah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU