INDOZONE.ID - Otoritas Korea Selatan melaporkan 23 orang meninggal dunia akibat gelombang panas pada musim panas tahun ini. Jumlah ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 2022 lalu.
Menurut Dinas Pemadam Kebakaran Korea Selatan, dua orang meninggal dunia pada Selasa (1/8/2023) lalu. Sementara 21 orang lainnya meninggal pada periode 20 Mei hingga akhir Juli lalu.
Jumlah korban meninggal ini mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat dari tujuh korban yang dilaporkan pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Sikapi Cuaca Panas, Mbak Ita Galakkan Penghijauan dan Perbanyak Taman Pasif
Seorang petani berusia 70 tahun, pingsan dan meninggal pada siang hari sebelumnya saat sedang bekerja di luar ruangan di Yeongcheon, 243 kilometer tenggara Seoul.
Lalu seorang petani lainnya yang berusia 80 tahun, meninggal sehari sebelumnya setelah dibawa ke rumah sakit akibat suhu tinggi saat bekerja di luar ruangan di Jeongeup, 217 kilometer dari Seoul.
Jambore Pramuka Dunia ke-25, yang saat ini berlangsung di Kawasan Reklamasi Saemangeum di barat daya pesisir Korea Selatan, melaporkan 400 kasus sakit akibat panas. Acara itu diikuti 43 ribu anggota pramuka dari 158 negara.
Baca Juga: Cuaca Panas, Warga Batam Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Sehari sebelumnya, pemerintah telah menaikkan peringatan gelombang panasnya menjadi "serius" untuk pertama kalinya dalam empat tahun dan menjadi tingkat tertinggi dari sistem peringatan empat tahap.
Peringatan tingkat serius dikeluarkan ketika suhu harian berada pada 35 C atau lebih tinggi di banyak bagian negara selama setidaknya tiga hari atau ketika suhu tertinggi harian berada pada 38 C atau lebih tinggi di beberapa bagian negara selama setidaknya tiga hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: