Minggu, 29 MARET 2026 • 20:00 WIB

Tumpahan Minyak di Teluk Meksiko Hantam Nelayan Saat Masa Puncak, Pasar Ikan Sepi Pembeli

Author

Ilustrasi tumpahan minyak di Teluk Meksiko. (Sumber: Reuters)

INDOZONE.ID - Tumpahan minyak besar di Teluk Meksiko telah menyebar lebih dari 600 kilometer dan merembet ke tujuh cagar alam. Bencana ini menjadi pukulan telak bagi para nelayan di negara bagian Veracruz, Tabasco, dan Tamaulipas, Meksiko, terutama saat memasuki masa puncak penjualan ikan.

Pasar ikan di Kota Veracruz yang biasanya dipenuhi pembeli menjelang Pekan Suci kini nyaris kosong. Para pedagang terpaksa berteriak menawarkan dagangan mereka demi menarik perhatian pembeli.

“Ini adalah mata pencaharian kami,” kata Miguel López Rojas, pemilik kios ikan di pasar populer, dengan nada cemas.

Baca juga: Jembatan di Brasil Ambruk, Tumpahan Asam Sulfat ke Sungai Tewaskan Satu Orang

Sumber Tumpahan: Kapal Tak Dikenal dan Kebocoran Alami

Otoritas Meksiko menyatakan bahwa tumpahan minyak berasal dari sebuah kapal yang berlabuh di lepas pantai Kota Coatzacoalcos, negara bagian Veracruz, serta dua kebocoran alami. Pemerintah memperkirakan sekitar 430 ton hidrokarbon telah terkumpul di sepanjang pantai tiga negara bagian tersebut.

Meski pemerintah mengklaim tidak ada dampak lingkungan yang parah, media lokal melaporkan banyak penyu, belut, dan ikan mati ditemukan terdampar di pantai maupun terapung di dekat garis pantai.

Nelayan Berhenti Melaut, Konsumen Menghindari Ikan

Tumpahan minyak tidak hanya menyebabkan pasokan ikan merosot drastis, tetapi juga membuat konsumen enggan membeli. Nelayan terpaksa hampir sepenuhnya berhenti melaut untuk mencegah mesin kapal dan jaring mereka terkontaminasi minyak.

“Tahun ini sangat buruk bagi kami. Seumur hidup, saya belum pernah mengalami kejadian sebesar ini,” kata Norma González Pérez, nelayan dari Kota Salinas, Veracruz bagian barat daya.

Di tengah kekhawatiran publik, otoritas kesehatan federal membantah adanya laporan penyakit akibat konsumsi ikan atau makanan laut yang terkontaminasi. Namun, kekhawatiran masyarakat tetap meluas.

Susana Gutiérrez, penjahit berusia 67 tahun di Kota Meksiko, mengingatkan konsumen untuk lebih berhati-hati. “Kita belum tahu dampak dari tumpahan ini,” ujarnya.

Baca juga: Tumpahan Minyak Akibat Erupsi Tonga Jadi Bencana Ekologi di Peru

Pukulan di Masa Puncak

Veracruz merupakan salah satu penghasil ikan utama di Meksiko. Pada 2024, wilayah ini menyumbang sekitar 2,76 persen produksi ikan, tiram, dan makanan laut nasional. Pekan Suci yang biasanya menjadi musim panen karena migrasi ikan tahunan di Teluk Meksiko, kini justru berubah menjadi masa sulit bagi para nelayan.

González Pérez mengatakan banyak nelayan terpaksa mengajukan pinjaman ke bank untuk bertahan hidup. “Tahun ini tidak akan ada perayaan atau apa pun. Pada dasarnya kami tidak punya apa-apa,” katanya.

Bantuan dan Upaya Pembersihan

Otoritas federal dan pemerintah negara bagian terus mengintensifkan upaya untuk menahan penyebaran minyak dan membersihkan pantai. Namun, jumlah nelayan yang terdampak belum dapat dipastikan secara resmi. Aktivis memperkirakan jumlahnya mencapai ratusan orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Apnews.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU