Mantan Direktur FBI James Comey Dipanggil Paksa, Jadi Target Investigasi Pemerintahan Trump
INDOZONE.ID - Drama politik di Amerika Serikat kembali memanas.
James Comey, mantan Direktur FBI, dilaporkan telah menerima surat panggilan paksa (subpoena) dari jaksa federal di Miami.
Langkah ini merupakan bagian dari investigasi besar-besaran yang dilakukan Departemen Kehakiman AS terhadap para pejabat yang pernah menyelidiki dan mengadili Presiden Donald Trump.
CBS News dan Axios melaporkan, Kamis (19/3/2026), bahwa subpoena tersebut diterbitkan sebagai kelanjutan dari penyelidikan yang telah berjalan sejak tahun lalu.
Baca juga: Serangan Israel di Gaza Terus Berlanjut, Tiga Orang Tewas di Tengah Evakuasi Medis Terbatas
Investigasi ini menyasar para pejabat tinggi yang bekerja di era mantan presiden Barack Obama dan Joe Biden.
Sejauh ini, sudah lebih dari 130 subpoena diterbitkan dalam kasus tersebut.
Sejarah Panjang Comey vs Trump
Comey bukan nama asing bagi Trump. Ia adalah sosok yang mengawasi investigasi mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 yang dimenangkan Trump.
Investigasi itu pula yang menjadi cikal bakal penyelidikan khusus yang dilakukan Robert Mueller.
Trump memecat Comey pada 2017, sebuah langkah yang kontroversial dan memicu penunjukan Mueller sebagai penasihat khusus.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Jet Tempur Siluman F-35 AS Diduga Kena Tembak
Mueller kemudian menyimpulkan tidak ada bukti konspirasi kriminal antara tim kampanye Trump dan Rusia, namun investigasi itu membayangi hampir seluruh masa jabatan pertama Trump.
Target Investigasi dan Perlawanan Hukum
Investigasi yang digerakkan pemerintahan Trump ini tidak hanya menyasar Comey. Sebelumnya, Jaksa Agung New York Letitia James juga menjadi target.
Namun pada November lalu, seorang hakim membatalkan dakwaan terhadap Comey dan James.
Baca juga: Intelijen AS: Iran Tidak Bangun Kembali Program Nuklir Usai Diserang
Departemen Kehakiman sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas panggilan terbaru ini. Pengacara Comey juga menolak berkomentar kepada CBS News.
Reuters belum berhasil menghubungi perwakilan Comey untuk dimintai konfirmasi.
Kasus ini menjadi babak terbaru dalam perseteruan panjang antara Trump dan aparat penegak hukum yang dianggapnya sebagai musuh politik.
Dengan subpoena terbaru ini, pertarungan hukum di Washington dipastikan akan terus bergulir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters