Selasa, 17 MARET 2026 • 15:56 WIB

Rudal-Rudal Amerika dan Israel Rusak Situs Warisan Budaya Abad ke-14 di Iran

Author

Kerusakan di Istana Golestan akibat serangan Amerika-Israel (Majid Asgaripour/West Asia News Agency via Reuters).

INDOZONE.ID - Serangan udara Amerika Serikat dan Israel telah merusak banyak situs warisan budaya di Iran.

Istana Golestan yang berasal dari Abad ke-14 di Teheran merupakan salah satu situs yang mengalami kerusakan paling berat. 

Situs bersejarah tersebut mengalami kerusakan akibat gelombang kejut rudal. 

Aula cermin yang terkenal di Istana Golestan hancur. Pecahan kerajinan cermin yang rumit berserakan di lantainya.

Istana Golestan merupakan situs warisan dunia di bawah perlindungan Badan Kebudayaan PBB, Unesco.

Baca juga: 5 Sekutu Amerika yang Menolak Ajakan Trump untuk Terlibat Operasi "Membuka" Selat Hormuz

Unesco mengklaim telah, "menyampaikan koordinat geografis situs-situs dalam daftar warisan dunia kepada semua pihak yang terkait".

Warisan sejarah dunia, berdasarkan Konvensi Den Haag 1954 untuk perlindungan benda budaya dalam perang, ditandai dengan perisai biru yang dipasang di atap.

Lokasi dengan perisai biru harus dilindungi dari serangan semua pihak yang bertikai. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengkritik Unesco. Ia menilainya masih kurang vokal.

"Diamnya mereka tidak dapat diterima," ujar Araghchi.

Baca juga: Ledek Trump, Militer Iran Sebut Operasi Amerika Bukan "Epic Fury" tapi "Epic Fear"

Kerusakan juga dialami Kastil Falak-ol-Aflak di kota Khorramabad, Provinsi Lorestan. Sebuah serangan menghantam perimeter kastil.

"Untungnya, struktur utama Kastil Falak-ol-Aflak tidak rusak," kata Kepala Departemen Warisan Provinsi, Ata Hassanpour.

Di Sanandaj, kota Kurdi terbesar kedua di Iran, media lokal menyebutkan bahwa rumah mewah Salar Saeed dan Asef Vaziri dari Abad ke-19 mengalami kerusakan pada pintu dan jendela kaca patri yang rumit.

Serangan udara yang menyasar pusat kota Isfahan juga menyebabkan kerusakan situs bersejarah. 

Kota itu merupakan ibu kota Iran dalam tiga era sejarah. Arsitekturnya berasal dari Era Dinasti Safawi (Abad ke-16 hingga ke-18).

Baca juga: Iran Tantang Donald Trump: Jika Berani Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

Istana Chehel Sotoon dari Abad ke-17 mengalami dampak terburuk. Struktur bangunan situs, kaca serta ubinnya hancur. 

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Istana Ali Qapu dan beberapa masjid di sekitar Alun-Alun Naqsh-e Jahan. 

Kerusakan Debris id Istana Chehel Sotoun akibat serangan Amerika-Israel (Foto via social media via Reuters).

Gubernur Isfahan, Mehdi Jamalinejad, mengatakan bahwa kerusakan tetap terjadi bahkan setelah koordinat situs bersejarah disebarluaskan di antara pihak-pihak yang bertikai.

"Isfahan bukanlah kota biasa, ini adalah museum tanpa atap," kata Jamalinejad dalam pidato yang diunggah di media sosial. 

"Tidak ada di era sebelumnya, baik dalam perang Afghanistan, penaklukan Mongol, bahkan selama perang Iran-Irak 1980-88, hal ini pernah dilakukan."

Baca juga: Trump Belum Mau Negosiasi dengan Iran untuk Akhiri Perang, Ini Alasannya

"Ini adalah deklarasi perang terhadap sebuah peradaban," tambahnya. 

Komite Perisai Biru AS (US Committee of the Blue Shield), organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menegakkan konvensi Den Haag, mengeluarkan pernyataan penting. 

Mereka menegaskansitus bersejarah Iran "bukan hanya milik rakyat Iran, tetapi milik seluruh umat manusia".

"Penghancuran warisan budaya tidak dapat diubah kembali," bunyi pernyataan itu. 

"Hal itu menghapus identitas, sejarah, dan ingatan bersama peradaban. Tidak ada tujuan militer atau politik yang membenarkan penghancuran warisan bersama umat manusia secara sengaja atau karena kelalaian."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU