INDOZONE.ID - Cina resmi menyerahkan stasiun bumi penerima data satelit kepada Namibia, Jumat (13/2/2026).
Fasilitas buatan Cina yang terletak di luar ibu kota Windhoek ini disebut akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Namibia menerima dan memproses data penginderaan jauh dari satelit.
Penyerahan aset strategis ini menjadi tonggak baru ekspansi program antariksa Cina di luar negeri.
Lewat kantor berita Xinhua, Beijing menyebut langkah ini sebagai wujud komitmen membantu negara Afrika mengembangkan teknologi antariksa agar tak ada satu pun yang tertinggal.
Baca juga: Mural Ikonik Penang Dipakai di Badan Pesawat, Seniman Gugat AirAsia
Diplomasi Antariksa di Tengah Tarik-ulur AS
Serah terima ini terjadi di saat Amerika Serikat mulai mengurangi porsi bantuan ke negara-negara Afrika.
Cina justru bergerak sebaliknya: gencar membangun aliansi dan memperlebar jejak antariksa di Benua Hitam.
Tak hanya stasiun bumi, Cina juga menawarkan satelit, laboratorium, hingga stasiun pemantau.
Namun langkah ini tak lepas dari sorotan. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa proyek-proyek bantuan Cina di Afrika memberinya akses ke jaringan pengawasan yang lebih luas dalam upaya mencapai dominasi antariksa.
Beijing disebut bisa mengakses data dan gambar dari satelit, teleskop, dan stasiun bumi yang dibangunnya di Afrika, dengan personel Cina yang juga menjaga kehadiran jangka panjang di fasilitas tersebut.
Baca juga: Terima 3.000 Tahanan ISIS dari Suriah, Irak Minta Bantuan Dana Internasional
Hak Milik Namibia, Teknisi Cina Tetap Mendampingi
Duta Besar Cina untuk Namibia, Zhao Weiping, menegaskan bahwa stasiun bumi ini sepenuhnya menjadi milik Namibia dan akan dioperasikan secara mandiri.
Namun dalam pernyataan yang dikutip Xinhua, ia menambahkan para ahli Cina akan terus memberikan dukungan teknis kepada 14 teknisi lokal yang telah mereka latih.
Tahap kedua pengembangan fasilitas ini juga tengah direncanakan.
Menariknya, foto-foto yang dirilis Xinhua menunjukkan tulisan besar "CHINA AID FOR SHARED FUTURE" menempel di kubah fasilitas tersebut. Sebuah pesan diplomatik yang sulit dilewatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters