Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 17:54 WIB

Jejak Unggahan Serangan Rasis Donald Trump terhadap Barack Obama Berbuntut Panjang

Author

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Jejak unggahan Donald Trump di media sosial kembali menimbulkan gelombang perhatian luas. 

Akun itu membagikan sebuah konten lama yang sempat memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. 

Unggahan yang kemudian dihapus tersebut memperlihatkan sebuah video Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istrinya Michelle Obama.

Yang bikin postingan itu menjadi kontroversial, keduanya ditampilkan dengan penggambaran yang kental nuansa rasisme.

Unggahan itu muncul di platform Truth Social milik Trump dan sempat beredar selama beberapa jam sebelum akhirnya ditarik. 

Baca juga: AS vs Iran Memanas Lagi: Diplomasi Jalan, Ancaman Perang Timur Tengah Kian Nyata

Meski sudah dihapus, tangkapan layar konten tersebut telanjur menyebar luas di berbagai platform lain, memicu perbincangan tentang batas etika penggunaan media sosial oleh tokoh politik berpengaruh. 

Situasi ini terjadi di tengah iklim politik Amerika yang sensitif, ketika setiap pernyataan publik dapat dengan mudah memicu polemik lanjutan.

Donald Trump kemudian memberikan klarifikasi terkait unggahan tersebut. 

Ia menyatakan tidak sepenuhnya menyadari isi video yang dibagikan. 

“Saya menyetujui unggahan itu tanpa melihat seluruh kontennya,” ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip media. 

Baca juga: Soal Kasus Berkas Epstein, Eks Istri Minta Bill Gates Bersikap Jujur

Meski begitu, Trump tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung, sebuah sikap yang justru memperpanjang diskusi publik dan liputan media internasional.

Barack Obama, meski tidak memberikan tanggapan langsung, kembali menjadi pusat perhatian karena posisinya sebagai mantan presiden Amerika Serikat yang kerap dijadikan simbol dalam berbagai perdebatan politik. 

Nama Obama kembali muncul dalam pencarian daring, seiring meningkatnya minat publik terhadap isu rasial, politik identitas, dan dinamika kekuasaan di Amerika Serikat. 

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tokoh publik dapat kembali diseret ke ruang diskusi meski tidak terlibat aktif dalam peristiwa terbaru.

Baca juga: Hamas Tuduh Israel Batasi Bantuan Kemanusiaan ke Gaza di Tengah Krisis Musim Dingin

Reaksi keras juga datang dari kalangan politisi lintas partai. 

Pemimpin Minoritas DPR AS dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, mengecam keras konten tersebut. 

Ia menyebut unggahan itu sebagai bentuk yang tidak pantas dalam ruang publik. 

“Konten seperti ini tidak mencerminkan nilai demokrasi dan hanya memperdalam perpecahan,” kata Jeffries. 

Kritik serupa turut disampaikan oleh sejumlah politisi Republik, termasuk Senator Tim Scott, yang menilai isu rasial seharusnya tidak dijadikan alat dalam komunikasi politik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU