Patung Buddha Dibangun di Wilayah Sengketa, Ketegangan Thailand dan Kamboja Kembali Meningkat
INDOZONE.ID - Konflik perbatasan Thailand-Kamboja kembali menjadi sorotan setelah militer Thailand membangun sebuah patung Buddha di wilayah sengketa yang berada di garis perbatasan kedua negara.
Lokasi ini sebelumnya juga memicu kontroversi setelah Thailand menghancurkan patung Dewa Wisnu pada Desember lalu.
Wilayah perbatasan yang diperselisihkan tersebut dikenal sebagai An Ma oleh pihak Thailand dan An Ses oleh Kamboja.
Pembangunan patung Buddha ini dikonfirmasi Angkatan Darat Thailand pada Sabtu (24/1/2026), di tengah situasi keamanan yang masih rapuh pascagencatan senjata.
Baca juga: Kamboja Tegaskan Perang Berkelanjutan Melawan Sindikat Penipuan Online
Sengketa Lama di Perbatasan Asia Tenggara
Perselisihan antara Thailand dan Kamboja merupakan bagian dari sengketa perbatasan Asia Tenggara yang telah berlangsung puluhan tahun. Akar masalahnya berasal dari penetapan batas wilayah sepanjang sekitar 800 kilometer sejak era kolonial.
Ketegangan memuncak pada Desember 2025 ketika bentrokan bersenjata pecah selama hampir tiga pekan dan menewaskan puluhan orang dari kedua belah pihak. Meski gencatan senjata telah disepakati, situasi di lapangan masih jauh dari kata stabil.
Protes Phnom Penh atas Patung Buddha
Pemerintah Kamboja menyebut pemasangan patung Buddha oleh pasukan Thailand sebagai tindakan yang tidak selaras dengan upaya meredakan ketegangan Thailand dan Kamboja terbaru.
Phnom Penh menilai langkah tersebut berpotensi memicu emosi publik dan memperkeruh hubungan bilateral yang sedang rapuh.
Menurut Kamboja, simbol keagamaan seharusnya tidak digunakan di kawasan yang status wilayahnya masih diperdebatkan.
Bantahan Militer Thailand
Menanggapi tudingan tersebut, militer Thailand membantah bahwa pembangunan patung Buddha bertujuan provokatif.
Dalam pernyataan resminya, pihak militer menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung keyakinan agama mana pun.
“Pemasangan patung Buddha ini dilakukan dalam kerangka kebebasan beragama dan kepercayaan, serta untuk meningkatkan semangat warga Thailand yang tinggal di kawasan perbatasan,” kata Angkatan Darat Thailand.
Meski begitu, sejumlah analis menilai langkah ini dapat dibaca sebagai sinyal tegas militer Thailand vs Kamboja dalam perebutan pengaruh di wilayah perbatasan yang masih disengketakan.
Tuduhan Pendudukan Wilayah Sipil
Di sisi lain, Kamboja kembali menuduh Thailand masih menduduki sejumlah wilayah sipil di kawasan perbatasan pascagencatan senjata. Phnom Penh mendesak penarikan pasukan Thailand dari area yang diklaim oleh kedua negara.
Thailand hingga kini belum memenuhi tuntutan tersebut. Sementara itu, penjagaan militer dari kedua pihak tetap diperketat, mencerminkan rapuhnya stabilitas di kawasan konflik.
Ancaman terhadap Perdamaian Kawasan
Meski sama-sama negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, simbol keagamaan justru kembali menjadi titik sensitif dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja.
Pembangunan patung Buddha di area sengketa dinilai berpotensi menguji komitmen kedua negara terhadap perdamaian jangka panjang.
Pengamat menilai, tanpa dialog intensif dan langkah nyata di lapangan, ketegangan Thailand dan Kamboja terbaru berisiko kembali meningkat dan mengancam stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com