Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 16:40 WIB

Trump Marah Ukraina Serang Kediaman Putin di Tengah Perundingan Damai

Author

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku marah atas serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, yang terjadi di tengah upaya perundingan perdamaian.

“Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump dikutip Selasa (30/12/2025).

Ia menilai serangan tersebut berbeda dengan operasi militer di medan perang.

“Presiden Putin memberi tahu saya pagi-pagi. Dia mengatakan dirinya diserang. Ini tidak baik,” ujar Trump.

Menurut Trump, serangan terhadap kediaman pribadi kepala negara telah melampaui batas.

“Bersikap ofensif itu satu hal, menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Saya sangat marah soal ini,” katanya.

Baca juga: Drone Ukraina Serang Kediamannya, Vladimir Putin Beri Peringatan Keras

Meski demikian, Trump juga membuka kemungkinan bahwa insiden tersebut belum tentu terjadi.

“Ada kemungkinan serangan itu tidak terjadi dan kita akan mengetahuinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyinggung keputusannya menghentikan pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina.

“Saya tidak menginginkannya, karena kita sedang berada dalam periode yang sangat sensitif. Ini bukan waktu yang tepat,” katanya.

Trump menjelaskan bahwa percakapan teleponnya dengan Putin berlangsung pada Senin pagi, bukan Minggu, karena pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru berakhir pada malam hari waktu Rusia.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik, sangat produktif,” kata Trump. 

Ia mengakui masih terdapat hambatan menuju perdamaian karena sejumlah isu yang dinilainya “sangat rumit”.

Baca juga: Putin Tegaskan Hubungan Rusia-Korea Utara Kian Solid dalam Pesan Tahun Baru

“Jika kita bisa menyelesaikannya, Anda akan mendapatkan perdamaian,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuding Ukraina menyerang kediaman Putin dengan menggunakan 91 drone serang jarak jauh. 

Lavrov menyebut Rusia akan meninjau ulang posisinya dalam pembicaraan damai dengan Ukraina, namun menegaskan Moskow tidak akan menarik diri dari proses perundingan dengan Amerika Serikat.

Ajudan Presiden Rusia Yuri Ushakov mengatakan Putin telah menyampaikan kepada Trump bahwa serangan tersebut “tidak akan dibiarkan tanpa balasan”.

Sementara itu, Zelenskyy membantah tudingan Rusia dan menyebutnya sebagai upaya untuk “merusak seluruh capaian upaya diplomatik” Ukraina dengan Amerika Serikat, serta membenarkan serangan lanjutan Rusia ke wilayah Ukraina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU