Senin, 15 DESEMBER 2025 • 14:20 WIB

Korban Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney Bertambah, Polisi Nyatakan Terorisme

Author

Warga berduka atas penembakan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney. (REUTERS/Flavio Brancaleone)

INDOZONE.ID - Korban tewas akibat penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, bertambah menjadi 16 orang, sementara 40 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, menurut keterangan Kepolisian New South Wales (NSW).

“Informasi lebih lanjut akan segera disampaikan,” demikian pernyataan Kepolisian NSW melalui platform media sosial X, dikutip Senin (15/12/2025).

Komisioner Kepolisian NSW Mal Lanyon secara resmi menyatakan peristiwa penembakan tersebut sebagai insiden terorisme. 

Penetapan itu dilakukan setelah aparat melakukan penilaian awal terhadap pola serangan, target, serta dampak yang ditimbulkan.

Baca juga: Penembakan di Pantai Bondi Sydney Tewaskan 10 Orang, Termasuk Pelaku

Sementara itu, Perdana Menteri New South Wales Chris Minns menyebut insiden tersebut diduga secara sengaja menargetkan komunitas Yahudi.

Polisi NSW juga mengonfirmasi bahwa seorang pria yang diyakini sebagai salah satu pelaku penembakan termasuk di antara korban tewas. Sementara terduga pelaku lainnya dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Selain korban sipil, dua petugas kepolisian turut mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Baca juga: Penembakan di Pantai Bondi Sydney, Dua Orang Diamankan Polisi

Aparat keamanan menyatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang mencurigakan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. 

Petugas spesialis telah dikerahkan, dan zona larangan masuk ditetapkan untuk mendukung proses penyelidikan.

“Lokasi kejadian perkara yang luas telah ditetapkan dan penyelidikan sedang berlangsung. Tidak ada laporan mengenai insiden lain di Sydney yang berkaitan dengan peristiwa ini,” lanjut pernyataan Kepolisian NSW.

Hingga saat ini, polisi belum mengumumkan secara rinci motif serangan maupun identitas resmi para pelaku, dan penyelidikan masih terus dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU