Tentara Inggris di Kenya Lakukan Pelecehan Seksual, Pelanggaran HAM dan Perusakan Lingkungan
INDOZONE.ID - Tentara Inggris di Kenya sedang tersandung skandal. Parlemen Kenya dalam laporan setebal 94 halaman menemukan indikasi pelanggaran HAM, pelecehan seksual dan perusakan alam yang mereka lakukan.
Komite Pertahanan, Intelijen dan Hubungan Internasional Parlemen Kenya kesulitan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
British Army Training Unit in Kenya (BATUK) menghalangi proses investigasi. Mereka menunjukkan resistensi dan menolak bekerja sama.
"Mereka terus-menerus menolak hadir di hadapan komite dan malah mengajukan klaim kekebalan diplomatik," bunyi laporan Parlemen Kenya.
Penyelidikan dipimpin oleh anggota parlemen Nelson Koech. Temuan mereka mengungkap tren pelecehan seksual yang dilakukan personel tentara Inggris.
Para pelaku diduga melakukan pemerkosaan, penyerangan, dan penelantaran anak-anak. Kasus-kasus yang dilaporkan korban dihentikan atau ditangani secara asal-asalan.
"Banyak korban tidak mendapatkan akses ke keadilan," bunyi laporan tersebut.
Penyelidikan internal tentara Inggris antara 2003-2004 menolak sebagian besar aduan yang dilaporkan korban pemerkosaan.
"Kasus-kasus ini diperparah oleh ketiadaan mekanisme apa pun baik dalam sistem peradilan Inggris maupun Kenya untuk meminta pertanggungjawaban tentara itu," lanjut laporan yang sama.
Penyelidikan tersebut juga menyinggung pembunuhan perempuan bernama Agnes Wanjiru.
Baca juga: Geng Bersenjata Serang Kota di Haiti, Kuasai 2 Wilayah
Jasadnya ditemukan di dalam septik tank sebuah hotel tempat ia minum-minum bersama tentara Inggris pada tahun 2012.
Seorang mantan tentara Inggris ditangkap terkait kematian Wanjiru. Ia menyangkal tuduhan tersebut dan menolak diekstradisi.
Investigasi parlemen juga menyoroti tewasnya seorang pria bernama Tilam Leresh yang ditembak dan dibunuh oleh seorang perwira Inggris saat menggembalakan ternak.
Di sisi lain, personel tentara Inggris juga dituduh menyebabkan kerusakan lingkungan di area pelatihan Laikipia dan Samburu.
Wilayah tersebut merupakan habitat satwa liar seperti gajah, kucing besar, dan spesies langka seperti zebra Grévy.
Baca juga: Makin Panas, Trump Dikabarkan Minta Nicolas Maduro Mundur Via Telepon
"Ledakan keras, pergerakan pasukan yang berat, dan sesekali kebakaran hutan terkait pelatihan telah mengganggu habitat satwa liar dan jalur migrasi," kata laporan itu.
Akibatnya, satwa liar yang ketakutan masuk ke pertanian dan permukiman terdekat.
Pada tahun 2021, latihan militer di area konservasi menyebabkan kebakaran yang melahap lebih dari 10 ribu hektare lahan.
"Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan besar pada flora dan fauna lokal, memaksa satwa liar melarikan diri dari daerah tersebut," berdasarkan laporan Parlemen Kenya.
Kementerian Pertahanan Inggris telah menerima laporan investigasi dari Parlemen Kenya.
Baca juga: Akhir Tragis Influencer Kecantikan: Dibunuh Pacar, Dimasukkan Koper, Dipendam di Hutan
"Kami menyesalkan persoalan yang muncul dengan kehadiran pasukan Kami di Kenya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.
Mereka menawarkan kolaborasi untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theguardian.com