INDOZONE.ID - Tragedi kebakaran besar yang melanda sejumlah blok apartemen tinggi di distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025).
Polisi mengonfirmasi bahwa korban tewas kebakaran di Hong Kong telah bertambah menjadi 44 orang.
Sementara itu, ratusan korban belum ditemukan atas kebakaran di Hong Kong dengan 45 lainnya masih dalam kondisi kritis.
Baca juga: Video Horor Kebakaran Apartemen 31 Lantai Wang Fuk Hong Kong, 13 Orang Tewas
Kebakaran hebat itu melanda empat blok hunian di kompleks Wang Fuk Court, kawasan permukiman padat yang dikenal memiliki bangunan-bangunan tinggi.
Api cepat menjalar ke lantai atas dipicu oleh jaring proyek dan perancah bambu yang mudah terbakar.
Material konstruksi tradisional itu tengah dalam proses penghentian pemakaian dalam proyek pembangunan di Hong Kong karena alasan keselamatan.
Baca juga: Hong Kong Bangkit usai Topan Ragasa, Taiwan Perbarui Data Korban Jiwa
Hingga Kamis pagi, tim pemadam kebakaran masih terus berjuang menuntaskan kobaran api yang menyelimuti bangunan tersebut.
Otoritas setempat menyebut tiga orang berusia 52 hingga 68 tahun sudah ditangkap terkait dugaan pembunuhan tidak berencana.
Kondisi gedung yang tinggi serta panas ekstrem menyulitkan petugas menjangkau beberapa unit hunian. Banyak penduduk yang diduga masih terjebak di dalam apartemen mereka.
Seorang petugas pemadam pun turut menjadi korban jiwa.
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, John Lee, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyelamatan warga, membantu korban luka, dan memberikan dukungan bagi ratusan penduduk yang terdampak.
Lebih dari 900 warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Banyak keluarga yang terpisah dan belum mengetahui keberadaan anggota keluarganya.
“Saya masih bingung harus tidur di mana malam ini,” ujar Harry Cheung (66), yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di sana.
Presiden China Xi Jinping mendesak “upaya total” untuk memadamkan api dan meminimalkan korban jiwa.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada semua korban, termasuk petugas pemadam yang gugur saat menjalankan tugas.
Akibat peristiwa itu, lalu lintas di sebagian besar wilayah Tai Po Road, salah satu jalur utama yang terputus total.
Pemerintah juga menutup setidaknya enam sekolah pada Kamis sebagai upaya antisipasi.
Peristiwa ini menjadi berita kebakaran permukiman padat di Hong Kong yang paling mematikan sejak kebakaran di gedung komersial Kowloon pada 1996 yang menewaskan 41 orang.
Tragedi tersebut kala itu mendorong perubahan besar dalam standar keamanan bangunan.
Kompleks Wang Fuk Court merupakan hunian subsidi pemerintah yang ditempati sejak 1983. Saat ini, sedang dilakukan renovasi besar senilai HK$330 juta dan diperkirakan selesai tahun depan.
Hong Kong menjadi satu dari sedikit wilayah yang masih menggunakan perancah bambu secara luas dalam proyek konstruksi.
Setelah 22 kematian pekerja terkait penggunaannya sejak 2019, pemerintah mulai mewajibkan penggunaan struktur logam secara bertahap.
Walaupun awalnya bukan karena potensi kebakaran, tahun 2025 ini tercatat beberapa insiden yang melibatkan perancah bambu ikut memicu meluasnya api.
Tai Po merupakan kawasan suburban besar dengan populasi sekitar 300.000 orang.
Kepadatan penduduk dan karakter bangunan bertingkat tinggi menjadi faktor risiko dalam penanganan situasi darurat.
Hingga kini, pencarian korban masih terus dilanjutkan. Pemerintah berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti tragedi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: China Daily