Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 10:00 WIB

Gangguan di Tengah Laut, Ratusan Penumpang Feri di Korsel Berhasil Dievakuasi

Author

Sebuah feri Korea Selatan yang membawa sekitar 260 penumpang terdampar di dekat pulau berbatu di perairan Shinan, Korea Selatan, pada 19 November 2025. (Yonhap via Reuters)

INDOZONE.ID - Sebuah feri penumpang mengalami gangguan di tengah laut pada Rabu (19/11/2025) saat melintas di perairan barat daya Semenanjung Korea

Insiden ini sempat menimbulkan kepanikan, namun seluruh 267 orang yang berada di atas kapal akhirnya berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. 

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik pada kecelakaan feri Korea Selatan yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk tragedi Sewol yang masih membekas hingga kini.

Baca juga: Kesepakatan Trump dan Korea Selatan Tertunda karena Isu Kapal Selam Nuklir

Penjaga Pantai Korea Selatan memastikan bahwa proses evakuasi penumpang feri di laut Korsel berjalan cepat dan tertib. 

Dari total 267 orang, sebanyak 27 penumpang mengalami luka ringan. 

Mayoritas penumpang dibawa ke Kota Mokpo untuk pemeriksaan medis, sedangkan 21 anggota kru tetap berada di kapal untuk membantu proses lanjutan.

Baca juga: Kim Jong Un Sebut Pasukan Korea Utara di Rusia sebagai Tentara Heroik

Komisaris Jenderal Penjaga Pantai, Kim Yong-jin, mengatakan dugaan awal penyebab insiden berkaitan dengan kesalahan navigasi oleh kapten atau petugas kemudi. 

Meski begitu, investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui pemicunya dengan pasti.

Presiden Lee Jae Myung, yang saat itu sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah, langsung memerintahkan agar setiap perkembangan operasi penyelamatan diumumkan secara transparan.

Feri Queen Jenuvia 2 yang mengangkut ratusan orang itu sedang melakukan perjalanan dari Jeju menuju Mokpo.

Menurut laporan, kapal tersebut menabrak pulau berbatu di dekat Jindo sehingga berhenti mendadak dan memerlukan bantuan darurat. 

Beruntung, cuaca saat itu cukup baik sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat, membantu penyelamat memindahkan ratusan penumpang feri Korsel dievakuasi tanpa hambatan berarti.

Seorang penumpang, Kim Namhyun (51), menceritakan bahwa suara ledakan keras terdengar sebelum kapal berhenti.

Saya sempat berpikir mungkin saya tidak selamat. Suaranya sangat keras,” ujarnya.

Namun setelah tragedi Sewol, saya tahu kita harus tetap tenang, keluar ke dek, memakai pelampung, dan menunggu tim penyelamat datang.”

Rekaman situasi menunjukkan para penumpang sudah mengenakan jaket pelampung sambil menunggu giliran dipindahkan ke kapal penyelamat. Bagian depan kapal terlihat menempel pada tepi pulau kecil, tetapi kondisi feri masih stabil.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, insiden ini tetap menimbulkan kecemasan masyarakat karena mengingatkan pada kecelakaan feri Korea Selatan sebelumnya. 

Tragedi Sewol pada 2014 menewaskan hampir 300 orang, termasuk ratusan pelajar yang hendak melakukan perjalanan studi ke Jeju.

Investigasi menunjukkan bahwa Sewol kelebihan muatan dan telah dimodifikasi secara ilegal, menyebabkan kapal miring dan akhirnya tenggelam. Penyebab buruknya evakuasi saat itu masih menjadi diskusi publik hingga sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU