Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 09:35 WIB

India Tangkap Komplotan Pelaku Ledakan Mobil di Delhi, Diduga Aksi Bom Bunuh Diri

Author

Polisi India tangkap pelaku ledakan di Red Fort, New Delhi. (REUTERS/Adnan Abidi)

INDOZONE.ID - Pihak berwenang India mengumumkan perkembangan penting terkait penangkapan pelaku ledakan mobil di Delhi yang terjadi awal pekan ini. 

Ledakan tersebut kini dipastikan sebagai aksi bom bunuh diri, dan aparat berhasil menangkap satu orang yang diduga sebagai kaki tangan pelaku utama. 

Peristiwa ini menjadi salah satu ledakan bom mobil di India terbaru yang menyita perhatian nasional.

Baca juga: Ledakan di Kantor Polisi India Tewaskan 9 Orang dan Lukai 27 Lainnya

Badan Investigasi Nasional India (NIA) menyampaikan bahwa mereka telah menangkap Amir Rashid Ali, individu yang namanya terdaftar sebagai pemilik kendaraan yang digunakan dalam serangan. 

NIA menyebut bahwa Ali bekerja sama dengan pelaku bom bunuh diri Umar Un Nabi untuk mengeksekusi serangan tersebut. Namun, hingga kini motif pasti keduanya belum diungkapkan.

Kedua tersangka berasal dari wilayah Kashmir yang dikuasai India, tempat polisi melakukan penggerebekan intensif beberapa hari terakhir. Penangkapan ini dianggap sebagai terobosan besar dalam mengungkap komplotan teroris yang ditangkap di Delhi.

Baca juga: India Evakuasi Puluhan Ribu Warga Jelang Badai Siklon Montha

Nabi, yang disebut sebagai pelaku ledakan bom bunuh diri di Delhi, ternyata adalah seorang asisten profesor kedokteran umum di sebuah universitas di Haryana. NIA juga telah menyita kendaraan lain miliknya sebagai bagian dari upaya mengumpulkan bukti tambahan.

Sementara itu, Ali disebut datang ke Delhi untuk membantu pembelian mobil yang kemudian diubah menjadi bom rakitan berbahan kendaraan sebelum diledakkan.

Insiden tragis itu terjadi pada Senin pagi, tak jauh dari stasiun metro yang ramai dan dekat kawasan bersejarah Red Fort di Old Delhi. Lokasi tersebut dikenal sebagai tempat Perdana Menteri India menyampaikan pidato tahunan Hari Kemerdekaan.

Laporan awal menyebut 12 orang tewas, meskipun NIA kemudian menjelaskan bahwa ledakan itu menewaskan 10 warga sipil dan melukai 32 lainnya. Hingga kini belum ada kepastian apakah pelaku bom bunuh diri termasuk di antara korban.

Perdana Menteri Narendra Modi mengecam keras serangan itu dan menegaskan bahwa pemerintah akan mengejar seluruh pelaku hingga ke pihak yang membantu dan mendanainya.

Serangan ini menjadi insiden paling serius sejak rentetan kekerasan di Pahalgam, Kashmir, pada April lalu yang menewaskan 26 orang. 

Kawasan Kashmir sendiri telah menjadi titik konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan sejak 1947, sehingga setiap insiden kekerasan di wilayah tersebut sering memicu ketegangan politik dan keamanan.

Sehari sebelum peristiwa di Delhi, sembilan orang tewas akibat ledakan bahan peledak di sebuah kantor polisi di Kashmir. 

Walaupun polisi menyebutnya sebagai kecelakaan, beberapa media lokal melaporkan adanya klaim dari kelompok militan yang langsung dibantah otoritas setempat.

Bahan peledak tersebut sebelumnya disita dari negara bagian Haryana, wilayah yang sama dengan tempat pelaku bom bunuh diri berasal.

Berbagai laporan media India mengaitkan ledakan di Delhi dengan penangkapan beberapa tersangka hanya beberapa jam sebelum kejadian. 

Polisi menyebut para tersangka tersebut memiliki keterkaitan dengan Jaish-e-Mohammed (JeM), kelompok militan berbasis di Pakistan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Kelompok lain yang sempat mengklaim ledakan di kantor polisi Kashmir juga dinilai memiliki hubungan dengan JeM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU