Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 14:28 WIB

TNI Siapkan Peralatan Kesehatan dan 20 Ribu Personel untuk Misi Perdamaian di Gaza

Author

Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. (ANTARA/Walda Marison)

INDOZONE.ID - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengungkapkan bahwa TNI telah menyiapkan berbagai peralatan kesehatan dan logistik pendukung untuk dikerahkan dalam misi perdamaian ke Gaza

Seluruh perlengkapan itu akan diberangkatkan bersama 20.000 personel TNI yang disiapkan untuk bertugas di bidang kesehatan dan Zeni Konstruksi.

“Seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergensi, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” ujar Freddy saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip Minggu (16/11/2025).

Freddy menjelaskan bahwa seluruh perlengkapan kesehatan tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelayanan medis bagi warga Gaza yang menjadi korban perang. 

Baca juga: Karena Serangan Israel, 81 Persen Bangunan di Jalur Gaza Rusak!

Sementara itu, perlengkapan konstruksi yang dibawa pasukan Zeni dirancang untuk membangun kembali fasilitas umum yang rusak akibat konflik.

Menurut Freddy, seluruh personel yang disiapkan telah berpengalaman dalam misi perdamaian internasional. Namun, sebelum diberangkatkan, mereka tetap akan menjalani pelatihan tambahan untuk memastikan kesiapan maksimal di lapangan.

Menunggu Persetujuan Pemerintah dan PBB

Hingga kini, TNI masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah Indonesia dan otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengiriman pasukan ke Gaza.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa Indonesia memiliki dua opsi untuk mendapatkan restu pengiriman pasukan perdamaian.

Baca juga:  Israel Tetap Berulah meski Gencatan Senjata: Batasi Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

“Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan pada Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kerja sama Indonesia dan PBB dalam misi perdamaian sudah terjalin lama, termasuk di wilayah konflik Afrika dan Lebanon.

Untuk mendapat persetujuan, diperlukan pendekatan antar-kepala negara serta dukungan internasional yang kuat.

Selain dukungan PBB, Indonesia juga harus mendapat persetujuan dari negara-negara yang dianggap kompeten dalam isu Gaza, terutama negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Tentu saja termasuk Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini,” tutup Sjafrie.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU