Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

AS Pastikan Tak Ada Ledakan dalam Uji Coba Senjata Nuklir yang Diperintahkan Trump

Author

Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright. (REUTERS/Lisa Leutner)

INDOZONE.ID - Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright, menegaskan bahwa tidak akan ada ledakan nuklir atau awan cendawan dalam uji coba senjata nuklir yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump baru-baru ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut hanya berupa pemeriksaan sistem dan uji nonkritis, bukan pengujian peledakan nuklir penuh.

“Saya rasa uji coba yang dibicarakan saat ini adalah pengujian sistem. Ini bukan ledakan nuklir, melainkan yang kami sebut ledakan nonkritis,” ujar Wright dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Senin (3/11/2025).

Wright menjelaskan, pengujian nonkritis dilakukan untuk memeriksa seluruh komponen sistem senjata nuklir, memastikan perangkat memiliki geometri dan mekanisme pemicu yang tepat, agar dapat berfungsi dengan benar dalam kondisi sebenarnya.

“Ini adalah uji teknis untuk memastikan integritas sistem, bukan uji yang akan menghasilkan ledakan atau awan cendawan di langit Nevada,” jelasnya.

Baca juga:  33 Tahun Hiatus, Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir Kembali Dimulai, Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata

Ia menegaskan bahwa penduduk di sekitar lokasi uji coba tidak perlu khawatir, karena tidak akan ada risiko radiasi maupun dampak lingkungan seperti pada uji nuklir masa lalu.

Pernyataan Wright muncul setelah muncul laporan bahwa Presiden Donald Trump memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk memulai kembali program uji coba senjata nuklir, yang telah dihentikan selama 33 tahun sejak Amerika Serikat terakhir kali melakukan uji di Nevada Test Site pada 1992.

Langkah ini memicu perhatian dunia internasional, mengingat uji coba nuklir penuh dilarang berdasarkan Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), meskipun AS belum meratifikasi perjanjian tersebut.

Respons Rusia: Siap Balas Jika Negara Lain Melakukan Uji Coba

Kabar mengenai perintah Trump juga mendapat respons dari Rusia. Kepala Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoygu menyatakan bahwa Moskow akan melakukan uji coba senjata nuklir jika negara lain melakukannya terlebih dahulu.

Baca juga: Penggunaan Nuklir Jadi Solusi Murah Pembangkit Listrik Didukung Pakar, tapi .......

Meski begitu, Shoygu menegaskan bahwa Rusia sejauh ini belum menguji senjata nuklir aktif, meskipun telah melakukan pengujian rudal jelajah dan torpedo bertenaga nuklir sebagai bagian dari pengembangan sistem persenjataan strategis.

Instruksi Trump ini dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai sinyal kebangkitan kembali perlombaan senjata nuklir global, di tengah meningkatnya tensi antara kekuatan besar seperti AS, Rusia, dan China.

Namun, dengan penegasan dari Menteri Energi Chris Wright bahwa pengujian ini bersifat nonkritis, pemerintah AS berupaya meredam kekhawatiran publik bahwa dunia akan kembali ke era uji ledakan nuklir terbuka yang sempat mewarnai Perang Dingin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU