Brazil Mencekam: Jalanan Rio de Janeiro Jadi Medan Perang Antara Polisi ke Geng Narkoba, 132 Tewas
INDOZONE.ID - Pada hari Rabu, Rio de Janeiro berubah bak arena perang antara Polisi dan geng narkoba. Pihak kepolisian melakukan operasi kepada geng narkoba terbesar di Brazil, Comando Vermelho.
Polisi negara bagian mengaku bahwa sudah melakukan perencanaan lebih dari dua bulan, serta giring tersangka ke daerah perbukitan.
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengungkapkan bahwa ancaman narkoba ini wajib dihadapi dan terkoordinir, tanpa membahayakan polisi atau orang yang gak bersalah lainnya.
Baca juga: Viral Bang Jago usia Keluar Penjara Buat Onar di Pasar Jombang Gegara Tak Diberi Uang Jatah
“Kita tidak bisa menerima bahwa kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas warga, serta menyebarkan narkoba dan kekerasan di seluruh kota,” ujarnya dalam sebuah unggahan di platform X.
Sebanyak 132 Orang Tewas
Perkiraan awal dari kantor Public Defend negara bagian tersebut mencatat ada 132 orang tewas, termasuk diantaranya empat polisi.
Baca juga: Geger! 3 Polisi di OKU Tembak Mati Pria Diduga ODGJ, Begini Kronologi Lengkapnya Versi Polres
Namun, kondisi ini masih menimbulkan banyak tanya, apakah ada warga tak bersalah yang jadi korban pada tragedi tersebut, siapa yang bakal tanggung jawab atas kondisi ini semua.
Dilansir New York Times, ada seorang warga yang merasa aneh, tepatnya pada 03.30 dini hari Selasa. Berawal dari suara anjing, hingga akhirnya listrik dan internet padam. Sekitar pukul 5 pagi, terdengar suara rentetan tembakan, baku tempat polisi dan geng narkoba berlangsung.
Baca juga: 5 Pernyataan Tegas Presiden Prabowo soal Mafia dan Orang Pintar yang Ngakali Rakyat di Pemerintahan
Ribuan Polisi Diterjunkan
Dalam penyerbuan ini, terdapat 2.500 polisi, lengkap dengan kendaraan lapis baja untuk buru para anggota geng tersebut. Anggota geng gak tinggal diam, mereka pakai drone buat menjatuhkan beberapa bahan peledak dari langit.
Kondisi mencekam ini membuat para warga berdiam di rumah atau bahkan beberapa memutuskan pergi ke kota lain. Sekolah, pusat kesehatan, hingga bisnis pun terpaksa ditutup sementara.
Pada malamnya, warga di kawasan Penha, Rio, mengumpulkan jasad korban di hutan sekitar, dan lebih dari 70 jenazah dibariskan di tengah jalan utama.
“Saya hanya ingin membawa anak saya dari sini dan menguburkannya,” kata Taua Brito, seorang ibu dari salah satu korban tewas.
Baca juga: Dekontaminasi 22 Pabrik Rampung, Satgas Pindahkan 558 Ton Material Terkontaminasi di Cikande
Tragedi Mematikan di Brazil
Tragedi ini jadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Brazil. Penggerebekan narkoba di Rio de Janeiro bukan pertama kali, melainkan sudah pernah terjadi sebelumnya.
Pada tahun 2021, tragedi seperti ini terjadi di kawasan Jacarezinho yang menewaskan 28 orang. Pada tahun 1992, polisi Sao Paulo menggerebek Penjara Carandiru buat meredam pemberontakan hingga menewaskan 111 narapidana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, New York Times