INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang di Gaza telah berakhir dan kawasan Timur Tengah segera “kembali normal.”
Sementara itu, Israel dan Hamas mulai menukar sandera dalam kesepakatan gencatan senjata, di mana ratusan tahanan Palestina akan dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian damai.
Perang di Gaza Sudah Berakhir
Donald Trump mengatakan perang di Gaza resmi berakhir. Pernyataan itu ia sampaikan di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat terbang menuju Israel.
“Perang sudah berakhir, Anda mengerti itu,” ujar Trump dikutip dari Reuters, Senin (13/10/2025).
Ketika ditanya soal masa depan kawasan Timur Tengah, ia menambahkan, “Saya rasa situasinya akan kembali normal.”
Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan para pemimpin dunia di Israel untuk membahas langkah lanjutan menuju perdamaian jangka panjang di Gaza.
Israel Siapkan Pembebasan Ribuan Tahanan Palestina
Dinas Penjara Israel mengonfirmasi pihaknya telah memindahkan sejumlah tahanan Palestina menjelang pembebasan besar-besaran.
Kementerian Kehakiman Israel merilis daftar 250 warga Palestina yang akan dibebaskan. Sebagian besar dihukum karena kasus pembunuhan dan kejahatan berat.
Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza
Namun, nama-nama tokoh besar seperti Marwan Al Barghouti atau Ahmed Saadat tidak termasuk dalam daftar.
Meski begitu, Hamas dilaporkan masih bernegosiasi dengan mediator Israel untuk menentukan siapa saja yang akan dibebaskan berikutnya.
Hamas Lepas 7 Sandera Israel
Tahap pertama gencatan senjata di Gaza mulai berjalan. Hamas membebaskan tujuh tawanan Israel kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
Momen itu disambut sorak-sorai di Israel, di mana ribuan warga menonton penyerahan sandera melalui siaran langsung di ruang publik.
Militer Israel mengonfirmasi pembebasan itu lewat unggahan di X (Twitter). Ketujuh sandera yang kembali adalah Matan Angrest, Gali dan Ziv Berman, Alon Ohel, Eitan Mor, Omri Miran, dan Guy Gilboa Dalal.
Laporan Al Jazeera, para sandera dalam kondisi cukup baik dan tidak membutuhkan bantuan medis.
20 Sandera Dibalas 2.000 Tahanan
Dalam fase berikutnya, Hamas dijadwalkan membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup. Sebagai gantinya, Israel akan melepas hampir 2.000 tahanan Palestina, termasuk 22 anak di bawah umur dan 1.700 warga Gaza yang ditahan sejak 7 Oktober 2023.
Israel juga akan menyerahkan jenazah 360 militan sebagai bagian dari kesepakatan.
Juru bicara pemerintah Israel, Bedrosian, mengatakan pembebasan itu baru dilakukan setelah para sandera tiba dengan selamat di wilayah Israel.
Militer Israel Siap Hancurkan Terowongan Hamas
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut bahwa setelah seluruh sandera dikembalikan, militer akan fokus menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah yang dibangun Hamas di Gaza.
Langkah ini disebut sebagai bagian akhir operasi militer besar yang sudah berlangsung sejak perang dimulai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Al Jazeera