Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 13:35 WIB

Mau Nyolong Start, Israel Siapkan Operasi Duduki Kota Gaza

Author

Bangunan hancur di Jalur Gaza, Palestina. (REUTERS/Amir Cohen)

INDOZONE.ID - Hamas telah menerima usulan gencatan senjata yang diserahkan Mesir dan Qatar. 

Namun, di tengah momen ini, tentara cadangan Israel disebut mulai menerima panggilan terkait rencana pendudukan Kota Gaza, Palestina.

Warga di Jalur Gaza, Palestina, hendak ambil bantuan kemanusiaan. (REUTERS/Ramadan Abed)

Hal itu dilaporkan oleh media setempat pada Selasa 19 Agustus 2025. Dikatakan penyiar Channel 12, Israel mengeluarkan perintah darurat yang disebut “Order 8” kepada tentara cadangan.

“Order 8” diperkirakan berisi instruksi untuk melakukan operasi menduduki Kota Gaza. Sebanyak puluhan ribu tentara cadangan diperkirakan bakal dipanggil dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Israel Kaji Tanggapan Hamas atas Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Media tersebut pun menambahkan, bahwa Israel tengah mempersiapkan kemungkinan pendudukan Kota Gaza. Mereka pun mencatat, Israel melakukan persiapan akhir untuk rencana pendudukan Gaza.

Lalu, Channel 12 menegaskan, bahwa pertukaran tahanan berpeluang terjadi di tengah serangan. Selain itu, disebutkan, militer Israel tidak akan berhenti hingga perjanjian tercapai dan ditandatangani.

Rencana Pendudukan Jalur Gaza secara Bertahap

Sebelumnya, rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki Jalur Gaza secara bertahap, telah disetujui oleh Kabinet Israel pada 8 Agustus silam.

Dalam rencana itu, sejuta warga Palestina dipindahkan ke selatan dari Gaza. Dalam pelaksanaannya, pengepungan dan penyerbuan ke permukiman pun dilakukan.

Pada 11 Agustus lalu, di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, terjadi serangan besar-besaran oleh Israel yang merupakan bagian dari upaya pendudukan kembali Gaza secara bertahap.

Baca juga: Indonesia Kembali Beri Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Gaza, Dikirim Lewat Udara

Bahkan, persiapan Israel tetap berlangsung meski ada perundingan gencangan senjata tidak langsung dengan Hamas. 

Padahal, Hamas telah menyetujui penangguhan operasi militer selama 60 hari berdasarkan proposal dari Mesir dan Qatar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU