Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 10:05 WIB

Zelenskyy dan Pemimpin Eropa Terbang ke AS untuk Bahas Kesepakatan Damai Ukraina-Rusia

Author

Presiden Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, Washington, pada 28 Februari 2025. (Reuters/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tiba di Washington pada Senin (18/8/2025), dalam rangkaian diplomasi penting. 

Ia akan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pemimpin Eropa, untuk membahas peluang tercapainya kesepakatan damai Ukraina-Rusia yang telah lama buntu.

Menjelang pertemuan, Trump menegaskan, dua hal tidak akan masuk dalam pembahasan, yakni pengembalian Krimea dan keanggotaan Ukraina di NATO.

Baca juga: Donald Trump Hubungi Zelenskyy dan Pemimpin NATO Usai Bertemu Putin di Alaska

Presiden Zelenskyy bisa mengakhiri perang dengan Rusia hampir seketika jika dia mau. Namun, Krimea tidak akan kembali, dan Ukraina tidak akan masuk NATO,” tegas Trump di media sosialnya.

Pernyataan tersebut dianggap mempertegas posisi Moskow bahwa, gencatan senjata bukanlah syarat awal sebelum ada kesepakatan damai.

Kedatangan Zelenskyy ke Washington kali ini tidak sendirian. Ia didampingi Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Sekjen NATO Mark Rutte, serta para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Finlandia. 

Baca juga: Zelenskyy Kecam Pernyataan Manipulatif Putin Terkait Gencatan Senjata

Kehadiran mereka menegaskan, betapa pentingnya momentum diplomasi ini, karena pemimpin Eropa ke AS secara kolektif menunjukkan dukungan untuk menghentikan konflik.

Pertemuan ini juga menjadi yang pertama bagi Zelenskyy sejak ketegangan politik dengan Trump, dan Wakil Presiden JD Vance pada Februari lalu.

Meski hubungan sempat renggang, Zelenskyy menegaskan, ia datang dengan semangat mencari jalan keluar.

Kita semua punya keinginan kuat untuk mengakhiri perang ini secara cepat dan berkelanjutan,” kata Zelenskyy.

Sebelumnya, Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Alaska. Meski gagal mencapai gencatan senjata, namun, keduanya sepakat memberi “jaminan keamanan” bagi Ukraina.

Trump bahkan menyebutkan, kemungkinan adanya sistem pertahanan kolektif di luar kerangka NATO.

Zelenskyy bilang, tawaran tersebut sebagai langkah 'bersejarah'. Isu paling sensitif dalam Zelenskyy bahas damai dengan Rusia adalah, soal status wilayah yang saat ini dikuasai Moskow. 

Utusan Trump mengungkapkan, Rusia bersedia membicarakan kompromi di beberapa wilayah, terutama Donetsk. Namun, detail baru akan dibahas dalam pertemuan itu.

Sejak 2014, Rusia sudah mencaplok Krimea, kemudian mengklaim empat wilayah lain pada 2022, yakni Donetsk, Kherson, Lugansk, dan Zaporizhzhia.

Langkah itu tetap dipersoalkan dunia internasional, karena pasukan Rusia belum sepenuhnya menguasai semua wilayah tersebut.

Beberapa negara Eropa khawatir, AS bisa saja menekan Ukraina untuk menerima syarat Rusia.

Untuk mencapai perdamaian, yang harus ditekan adalah agresor, bukan korban agresi,” ujar Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Eropa ingin mengetahui seberapa jauh komitmen Washington dalam memberi perlindungan kepada Ukraina

Macron menambahkan, satu-satunya pihak yang menawarkan perdamaian dengan syarat menyerah adalah Rusia. Zelenskyy berulang kali menolak menyerahkan wilayah, meski ia membuka opsi untuk membicarakan hal tersebut dalam pertemuan trilateral bersama Trump dan Putin.

Meski upaya diplomasi terus berjalan, perang di lapangan masih memanas. Serangan Rusia di Kharkiv menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Di Sumy, serangan terpisah juga menyebabkan dua orang terluka.

Perkembangan ini menunjukkan, pembicaraan di Washington akan menjadi ujian penting. Apakah diplomasi dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai Ukraina-Rusia, atau konflik justru akan berlanjut tanpa akhir yang jelas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU