Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 21:45 WIB

Indonesia Siapkan Fasilitas Medis di Pulau Tak Berpenghuni untuk 2.000 Korban Gaza yang Terluka

Author

Seorang pria membawa warga Palestina yang terluka setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Al-Bureij di bagian tengah Jalur Gaza. (REUTERS/Khamis Saeed)

INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia akan membantu dengan menyiapkan fasilitas medis di Pulau Galang, yang saat ini tidak berpenghuni, untuk merawat sekitar 2.000 warga Gaza yang terluka akibat konflik bersenjata.

Informasi tersebut disampaikan langsung Juru Bicara Presiden, Hasan Nasbi, pada Kamis (7/8/2025). Hal ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

Pulau Galang yang berada di lepas pantai Sumatera, dekat dengan Singapura, akan diubah menjadi pusat perawatan sementara bagi para korban luka.

Baca juga: Inggris Siap Akui Negara Palestina, Kecuali Israel Setuju Gencatan Senjata

Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Gaza

Sejak pecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023, Indonesia secara aktif telah mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, Indonesia menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina yang terdampak perang.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 60.000 warga Palestina telah meninggal akibat serangan Israel. Korban terdiri dari pejuang maupun warga sipil.

Baca juga: Warga Israel Turun ke Jalanan Tel Aviv, Tuntut Netanyahu Akhiri Perang Gaza

Dalam situasi ini, Indonesia mengambil untuk menolong para korban luka yang masih memiliki harapan untuk pulih.

"Indonesia akan memberikan perawatan medis bagi sekitar 2.000 korban perang dari Gaza, terutama mereka yang terluka dan tertimbun reruntuhan. Namun, ini bukan bentuk evakuasi permanen," jelas Hasan.

Hasan menegaskan, bantuan ini bukan bagian dari rencana relokasi penduduk, melainkan bentuk dukungan pemulihan sementara. Setelah mendapatkan perawatan medis, para pasien akan dipulangkan kembali ke Gaza.

Pulau Galang Disiapkan Sebagai Lokasi Perawatan Sementara

Fasilitas yang akan digunakan berada di Pulau Galang. Pulau ini sebelumnya pernah digunakan sebagai lokasi karantina dan fasilitas kesehatan dalam berbagai situasi darurat.

Lokasinya yang terpisah dari pemukiman dan mudah diakses menjadi alasan pemilihan.

Menurut Hasan, selain merawat pasien, fasilitas tersebut juga akan menampung keluarga korban selama masa perawatan berlangsung.

Saat ini, Pulau Galang memang tidak dihuni oleh penduduk tetap, sehingga dianggap cocok untuk digunakan sementara waktu.

Baca juga: Aksi Solidaritas untuk Gaza, Puluhan Ribu Warga Sydney Lakukan 'Long March' Lintasi Jembatan Harbour

Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti kapan program itu akan dimulai. Hasan menyarankan, agar pertanyaan lebih lanjut diarahkan kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, yang masih dalam tahap koordinasi teknis serta operasional.

Di sisi lain, rencana ini muncul beberapa bulan setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia menampung warga Palestina yang terluka.

Namun, usulan tersebut sempat menuai kritik dari sejumlah tokoh agama karena dinilai menyerupai gagasan pemindahan permanen warga Palestina dari Gaza, seperti yang pernah disampaikan Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan sikapnya. Indonesia tetap menolak segala bentuk pemindahan paksa dan mendukung penyelesaian konflik, melalui solusi dua negara sebagai jalan damai bagi Palestina dan Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU