Rabu, 30 JULI 2025 • 16:21 WIB

Gempa Dahsyat Berpusat di Rusia Picu Tsunami: AS, Jepang, dan Wilayah Pasifik Lainnya Waspada

Author

Peta peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh Pusat Peringatan Tsunami menyusul gempa bermagnitudo 8,8 di lepas pantai Rusia. (Sumber: Google/ Tsunami Warning Center)

INDOZONE.ID - Gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur, pada 30 Juli 2025 waktu setempat, memicu serangkaian peringatan tsunami dan perintah evakuasi yang meluas hingga negara Amerika Serikat, Jepang, dan negara Pasifik lainnya.

Laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan, pusat gempa berlokasi di sekitar 136 km sebelah timur kota pesisir Petropavlovsk-Kamchatsky. Pusat gempa berada di kedalaman dangkal, sekitar 19,3 km, yang semakin meningkatkan potensi terjadinya tsunami. Gempa ini juga dilaporkan oleh USGS sebagai gempa terkuat yang pernah tercatat di kawasan tersebut.

Menurut laporan Menteri Situasi Darurat Wilayah, Sergei Lebedev, gelombang tsunami setinggi 3 - 4 meter terjadi di Kamchatka sesaat setelah gempa besar itu terjadi, mengakibatkan sejumlah orang luka-luka saat berusaha menyelamatkan diri.

“Sayangnya, ada beberapa warga yang terluka saat gempa berlangsung. Beberapa cedera saat berusaha menyelamatkan diri, termasuk seorang pasien yang melompat dari jendela dan seorang perempuan yang terluka di dalam terminal bandara baru,” ujar Menteri Kesehatan Oleg Melnikov kepada TASS, kantor berita negara Rusia.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,3 di Pohuwato, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Gelombang lain juga menghantam kota di pesisir Severo-Kurilsk di Rusia bagian Pasifik dengan ketinggian melebihi 3 meter dan yang tertinggi mencapai 5 meter, lapor kantor berita Ria Novosti, mengutip keterangan dari layanan darurat. Tsunami itu menenggelamkan kawasan pelabuhan dan pabrik pengolahan ikan, sehingga status darurat segera diberlakukan di wilayah tersebut.

Di Jepang, menurut laporan NHK World, gelombang air telah mencapai ketinggian hingga 1,3 meter di Pelabuhan Kuji, Jepang timur laut. Ketinggian gelombang juga dicatat mencapai 80 cm di Nemuro Hanasaki, serta 70 cm di Pelabuhan Ishinomaki. Akibatnya, pemerintah Jepang memberlakukan peringatan darurat tsunami dan memperingatkan bahwa peringatan tersebut kemungkinan akan tetap berlaku dalam 24 jam ke depan.

Peringatan evakuasi juga diumumkan pemerintah Amerika Serikat, Taiwan, Filipina, hingga Indonesia sejak gelombang awal terdeteksi. Josh Green, Gubernur Hawaii, menyatakan bahwa Hawaii sudah bersiap sedia atas gelombang tsunami yang mungkin terjadi, walaupun sampai saat ini tidak ada gelombang berbahaya yang datang. Departemen Transportasi di Hawaii juga mengatakan bahwa semua penerbangan menuju dan dari Kahului Airport telah dibatalkan. Green juga mengatakan bahwa pembaruan selanjutnya akan diumumkan pada pukul 21.00 (07.00 GMT).

Baca juga: Gempa M 8,7 Guncang Rusia, Ada Peringatan Tsunami untuk Sulut, Malut, Papua Barat, dan Gorontalo

Wilayah Pasifik lain seperti Filipina, Taiwan, dan Indonesia juga mengeluarkan peringatan waspada. Di Indonesia, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan secara resmi bahwa 10 wilayah Indonesia berstatus waspada, dengan potensi tsunami dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter.

Hingga saat ini, otoritas belum dapat memastikan kapan ancaman tsunami di wilayah-wilayah potensial akan benar-benar berakhir. Warga di wilayah pesisir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang susulan, sementara pemerintah di negara-negara terdampak terus memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan di zona-zona rawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com, Theguardian.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU