Minggu, 27 JULI 2025 • 20:20 WIB

Israel akan Hentikan Serangan Militer Tiap Hari untuk Beri Akses Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Author

Warga Palestina membawa pasokan bantuan yang masuk ke Gaza melalui Israel, di Beit Lahia di Jalur Gaza utara. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

INDOZONE.ID - Israel mengumumkan pada Minggu (27/7/2025), bahwa mereka akan menghentikan operasi militer setiap hari selama 10 jam di beberapa wilayah di Jalur Gaza.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap situasi darurat, untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, terutama makanan dan obat-obatan, bagi warga Palestina yang mengalami kelaparan.

Menurut keterangan Reuters, penghentian serangan ini berlaku setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 8 malam waktu setempat. Wilayah yang terdampak kebijakan ini meliputi Al-Mawasi, Deir al-Balah, dan Kota Gaza.

Israel Sediakan Jalur Aman untuk Bantuan Kemanusiaan

Selain menghentikan operasi militer untuk sementara, Israel juga mengumumkan pembukaan jalur aman untuk  konvoi bantuan.

Jalur tersebut akan dibuka mulai pukul 6 pagi hingga 11 malam waktu setempat, dimulai pada hari yang sama.

Keputusan ini diambil sebagai respon atas kondisi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.

Baca juga: Kapal Bantuan Handala Diserang dan Disita Israel di Laut Internasional, 21 Aktivis Ditahan

Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di bawah kendali Hamas, melaporkan bahwa lebih dari 120 warga meninggal akibat kekurangan gizi sejak perang dimulai. Tragisnya, 85 di antaranya adalah anak-anak.

Salah satu kasus memilukan terjadi pada Sabtu (26/7/2025), saat seorang bayi berusia lima bulan, Zainab Abu Haleeb, meninggal dunia karena gizi buruk akut di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis.

“Tiga bulan kami rawat di rumah sakit, tapi inilah akhirnya, dia meninggal dunia,” ujar sang ibu, Israa Abu Haleeb, sambil memeluk tubuh putrinya yang dibungkus kain kafan putih.

Bantuan Masuk Lewat Darat dan Udara

Warga Palestina yang terlihat termenung di lokasi serangan Israel ke sebuah tenda yang menampung para pengungsi di Kota Gaza. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Pada hari yang sama, Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent) juga mengirimkan lebih dari 100 truk bantuan ke Gaza bagian selatan melalui penyeberangan Kerem Shalom.

Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 1.200 ton makanan.

Tak hanya lewat darat, Israel juga mulai menyalurkan bantuan melalui udara. Ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk meringankan beban warga Gaza yang kini hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Baca juga: Israel Izinkan Negara Asing Jatuhkan Bantuan dari Udara ke Gaza

Kelompok-kelompok kemanusiaan melaporkan bahwa lebih dari 2,2 juta penduduk Gaza kini hidup dalam ancaman kelaparan.

Situasi ini mendorong meningkatnya tekanan negara-negara terhadap Israel, dan bahkan menjadi salah satu faktor di balik keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menyatakan pengakuan terhadap negara Palestina pada September mendatang.

Negosiasi Gencatan Senjata Gagal, PBB Kecam Israel

Namun di tengah upaya bantuan, harapan gencatan senjata kembali pupus.

Pada Jumat (25/7/2025), Israel dan Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka menghentikan pembicaraan damai dengan Hamas, karena menilai kelompok tersebut tidak menunjukkan niat untuk mencapai kesepakatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyambut baik rencana penghentian serangan sementara, dengan harapan bisa mempercepat distribusi bantuan.

Meski begitu, PBB juga mengkritik Israel karena dinilai belum menyediakan cukup jalur yang aman untuk konvoi bantuan kemanusiaan.

Baca juga: PBB Rilis Daftar Perusahaan Terlibat Genosida Israel di Gaza, Siapa Saja Mereka?

Israel yang sempat menutup total akses bantuan ke Gaza pada Maret lalu, membuka kembali jalur tersebut pada Mei dengan syarat dan pembatasan ketat.

Mereka menyatakan tetap berkomitmen untuk mendukung masuknya bantuan, tetapi ingin memastikan bantuan tidak disalahgunakan oleh kelompok militan.

Pihak Israel mengklaim bahwa mereka telah mengizinkan cukup banyak pasokan makanan dan obat-obatan masuk ke Gaza selama konflik berlangsung.

Mereka pun menyalahkan Hamas atas penderitaan yang dialami warga sipil di wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU