Jumat, 04 JULI 2025 • 13:40 WIB

PBB Rilis Daftar Perusahaan Terlibat Genosida Israel di Gaza, Siapa Saja Mereka?

Author

Reruntuhan di Gaza karena serangan Israel (REUTERS/Suhaib Salem)

INDOZONE.ID - Seorang ahli PBB merilis laporan yang menyebut lebih dari 60 perusahaan, termasuk raksasa senjata dan teknologi, terlibat mendukung genosida Israel dan operasi militer di Gaza.

Laporan ini mengklaim dukungan mereka ini bagian dari "kampanye genosida."

Ahli PBB Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, adalah sosok di balik laporan setebal 27 halaman ini.

Sebagai pengacara HAM Italia, Albanese mengumpulkan data dari lebih dari 200 sumber, mulai dari negara, pembela HAM, perusahaan, hingga akademisi.

Dalam laporannya ia meminta perusahaan-perusahaan ini berhenti berbisnis dengan Israel. Lebih jauh, laporan ini menyerukan pertanggungjawaban hukum bagi para eksekutif yang terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum internasional.

"Sementara kehidupan di Gaza hancur dan Tepi Barat terus diserang, laporan ini menunjukkan mengapa genosida Israel terus berlanjut, karena menguntungkan banyak orang," tulis Albanese dalam laporann dikutip dari Reuters, Jumat (4/7/2025).

Seorang anak Palestina menggotong bantuan yang disalurkan di jalur Gaza. (Reuters)

Baca juga: Israel Lenyapkan 56 Ribu Nyawa Warga Gaza, Trump Klaim Akan Ada Gencatan Senjata 60 Hari

Ia juga menuduh perusahaan-perusahaan tersebut "terikat secara finansial dengan apartheid dan militerisme Israel."

Reaksi Keras dari Israel dan Amerika Serikat

Laporan ini menuai reaksi keras. Misi Israel di Jenewa, kantor pusat PBB, menyebut laporan itu "tidak berdasar secara hukum, bersifat memfitnah, dan merupakan penyalahgunaan jabatannya".

Kantor perdana menteri Israel dan kementerian luar negeri belum memberikan komentar langsung.

Amerika Serikat bahkan lebih vokal. Misi AS untuk PBB di New York meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengutuk dan memecat Albanese.

"Kurangnya tindakan seperti itu hingga saat ini telah memungkinkan Albanese meneruskan kampanye perang ekonominya yang menargetkan entitas di seluruh dunia," ucapnya.

Gerakan Global March To Gaza di Perbatasan Rafah (X/@globalmarchgaza)

Baca juga: Israel Dituduh Masukkan Narkoba ke Dalam Tepung Bantuan dari AS Buat Warga Gaza Palestina

Israel sendiri menolak tuduhan genosida di Gaza. Mereka beralasan tindakan itu sebagai upaya membela diri setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, perang di Gaza, telah merenggut lebih dari 56.000 nyawa, dan meluluhlantakkan wilayah tersebut.

Daftar Perusahaan

Laporan Albanese mengelompokkan perusahaan berdasarkan sektornya, seperti militer atau teknologi.

Meski tidak menjelaskan keterkaitan spesifiknya dengan permukiman atau operasi di Gaza, sekitar 15 perusahaan disebut telah merespons kantor Albanese, meskipun balasan mereka tidak dipublikasikan.

Beberapa nama besar di industri senjata yang disebut adalah Lockheed Martin dan Leonardo. Laporan menuduh persenjataan mereka telah digunakan di Gaza.

Caterpillar dan Hyundai, pemasok alat berat, juga masuk daftar. Peralatan mereka dituduh telah menyebabkan kerusakan properti di wilayah Palestina.

"Penjualan militer asing merupakan transaksi antarpemerintah. Pembahasan tentang penjualan tersebut sebaiknya ditangani oleh pemerintah AS," kata Juru bicara Lockheed Martin.

Sedangkan, perusahaan lain yang disebutkan belum memberikan komentar langsung kepada Reuters, meskipun Caterpillar sebelumnya menyatakan harapannya agar produknya digunakan sesuai hukum humaniter internasional.

Selain itu, raksasa teknologi seperti Alphabet (induk Google), Amazon, Microsoft, dan IBM disebut sebagai "pusat peralatan pengawasan Israel dan penghancuran Gaza yang sedang berlangsung."

Alphabet sendiri sebelumnya membela kontrak layanan cloud senilai USD1,2 miliar dengan pemerintah Israel, menyatakan bahwa kontrak tersebut tidak ditujukan pada operasi militer atau intelijen.

Palantir Technologies juga disebut karena menyediakan peralatan AI untuk militer Israel, meski detail penggunaannya tidak dijelaskan.

Laporan ini akan diserahkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Meskipun Dewan ini tidak punya kewenangan hukum yang mengikat, kasus-kasus yang didokumentasikan oleh investigasi PBB kadang jadi bahan pertimbangan penuntutan internasional.

Patut dicatat, Israel dan Amerika Serikat sudah menarik diri dari Dewan HAM PBB pada awal tahun ini, dengan alasan bias terhadap Israel.

Berikut ini daftar perusahaan yang terlibat genosida Israel di Gaza.

Perusahaan Senjata:

  • Lockheed Martin
  • Leonardo

Pemasok Alat Berat:

  • Caterpillar
  • Hyundai

Raksasa Teknologi (terkait pengawasan dan teknologi):

 Alphabet (induk Google)

  •  Amazon
  •  Microsoft
  •  IBM
  • Palantir Technologies

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU