Lampu laser cahaya yang dipasang di Gurun Nafud. (Knovhov)
INDOZONE.ID - Sebuah inisiatif baru dilakukan Arab Saudi. Mereka menciptakan penanda dan tempat perlindungan bagi yang tersesat serta kelelahan, dengan menempatkan cahaya laser di dekat sumber air di gurun.
Gurun Nafud yang luas terletak di bagian utara Arab Saudi, terkenal memiliki sumber airnya yang sangat terbatas.
Baik pendaki berpengalaman maupun yang tidak, dapat tersesat di hamparan gunung yang kering dan luas ini. Bahkan, untuk seseorang yang memiliki keterampilan bertahan hidup kuat, gurun masih menjadi tempat berbahaya dan dingin.
Baca Juga: Fenomena Langka, Hujan Salju Pertama Kali Turun di Gurun Pasir Arab Saudi
Seorang aktivis lingkungan dan penjelajah, Mohammad Fohaid Al-Sohaiman Al-Rammali, mencetuskan inisiatif untuk memasang cahaya laser di dekat sumber air gurun, setelah mengalami beberapa upaya penyelamatan di daerah tersebut.
Al-Sohaiman mengatakan kepada Arab News, banyak orang yang kehilangan nyawa di gurun dekat sumber air. Sebab, mereka tidak tahu ada sumber air di dekat mereka.
Ia menambahkan, ide ini muncul ketika menyadari, orang-orang yang terjebak dalam keadaan darurat, sering kali melewatkan sumber air. Bahkan, mereka yang pendaki berpengalaman juga sering melewatkannya.
Dengan bantuan sebuah perusahaan khusus di bawah pengawasan Kementerian Lingkungan, Air, dan Pertanian, banyak lampu penanda bertenaga surya sudah dipasang di titik-titik sumber air yang ada di gurun.
Al-Sohaiman menjelaskan, lampu laser malam digunakan sehingga siapa pun yang tersesat di gurun, dapat melihat cahaya tersebut di malam hari, dan mengetahui tempat mencari air.
Baca Juga: Keren! Uni Emirat Arab Dinobatkan sebagai Negara Paling Aman di Dunia 2024
Lanskap Arab Saudi yang luas, terdiri dari berbagai habitat seperti pegunungan dan lembah, dengan sebagian besar berupa gurun pasir dan berbatu.
Tim pencari dan penyelamat telah melakukan banyak misi penyelamatan di gurun luas Arab Saudi selama bertahun-tahun. Mereka yang beruntung, ditemukan dalam waktu 24 jam setelah tersesat. Sementara yang lain, kehilangan nyawa karena gagal menemukan air.
Wakil menteri bidang air di Kementerian Lingkungan, Air, dan Pertanian, Dr. Abdulaziz Alshaibani, mengatakan kepada Arab News, sumber air telah ditandai dengan cara yang bertujuan untuk mendukung pendistribusian sumber daya secara terkoordinasi.
Ia menambahkan, kementerian berupaya memastikan penanda ini ditempatkan di area terpencil yang paling membutuhkannya. Kementerian juga berkomitmen, untuk memastikan penanda tersebut berfungsi dengan baik dan dirawat secara berkala.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Arabnews