Safari Dakwah Miss Fatma Bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta di Sejumlah Titik Yogyakarta Selama 9 Hari
INDOZONE.ID - Hingga saat ini aksi kejahatan kemanusiaan oleh Israel semakin membabi buta banyak korban berjatuhan. Bahkan dampak Genosida semakin terasa, sulitnya mendapatkan bahan makanan pokok, fasilitas kesehatan, tempat tinggal yang layak serta keperluan lainnya.
Melihat situasi tersebut, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengajak Miss Fatma Alghusain untuk mensyiarkan kondisi Palestina terkini dengan mengadakan safari dakwah di beberapa tempat Yogyakarta. Miss Fatma Alghuasain merupakan Direktur Esekutif Amna Care Fund sekaligus seorang aktivis kemanusiaan.
Di Yogyakarta sendiri, kegiatan telah dilaksanakan selama 9 hari. Pertama dilaksankan pada tanggal 27 September 2024 di Masjid Agung Kulonprogo.
Berikutnya, pada tanggal 29 September Masjid berlokasi di Masjid Darul Falah dan Masjid Fathul Qorib. Dilanjutkan pada 2 Oktober di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Lalu pada 3 Oktober di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Al Aman. Selanjutnya, pada 4 Oktober berlokasi di DMI Sleman dan terakhir pada tanggal 5 Oktober berada di Masjid Nurul Asri Sleman.
"Semua penduduk Gaza dibombardir tanpa melihat status agama, ras, usia serta gender," ujar Fatma.
Berdasarkan update berita DMC ( Disaster Management Center ) Dompet Dhuafa per 23 September 2024 menunjukkan bahwa perang Genosida sudah mengakibatkan 41.272 Jiwa telah meninggal dunia, 95.551 Jiwa mengalami luka - luka, 360.000 Jiwa rumah terdampak, dan sebanyak 1.700.000 Jiwa harus mengungsi.
"Dari semua korban kekejaman tersebut di dominasi oleh perempuan dan anak-anak sebesar 72% . Bahkan, banyak anak – anak yang mengalami cacat fisik karena minimnya fasilitas medis dan yang paling memperhatinkan dimana amputasi itu dilakukan tanpa adanya obat bius," kata Fatma.
"Selain itu banyak wanita hamil dengan resiko penanganan tidak layak karena minimnya fasilitas kesehatan untuk ibu hamil, mengasihi serta makanan untuk balita," imbuh Miss Fatma.
Acara tersebut dilanjutkan sesi tanya -jawab.
"Kita ketahui bahwa peperangan kemanusiaan ini sudah terjadi sangatlah lama, Palestina merupakan negara yang didominasi dengan penduduk beragama Islam sedangkan negara tetangga Palestina banyak yang bergama Islam tetapi kenapa mereka diam?,"tanya Arifah salah satu peserta di Masjid Nurul Asri.
Kendati demikian, Miss Fatma menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk Israel adalah militer, sedangkan Israel didukung penuh oleh negara maju yang sangat kuat dan berpengaruh dalam stabilitas Internasional, negara tetangga bukannya tidak mau menolong akan tetapi mereka juga takut dengan adanya serangan balik yang nantinya akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan negara tersebut.
Kemudian, diakhir acara diramaikan tukar hadiah berbagi kebaikan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta, yang dimana donasi yang didapatkan akan disalurkan untuk warga Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis