INDOZONE.ID - Terduga pelaku penembakan aktivis konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk, ditangkap. Ia kini ditahan oleh otoritas keamanan setempat.
Gubernur Utah Spencer Cox mengunkapkan, tersangka Tyler Robinson, 22 tahun, ditangkap pada Kamis malam, sekitar 33 jam setelah penembakan.
Direktur FBI Kash Patel mengatakan Robinson ditangkap setelah membuat pengakuan kepada kerabatnya. Ia menyiratkan telah melakukan pembunuhan tersebut.
"Pihak berwenang sebelumnya telah merilis serangkaian gambar kamera keamanan dari seorang tersangka dan meminta masyarakat untuk membantu mengidentifikasinya," kata Patel, Jumat (12/9/2025)
Kirk, yang merupakan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, tewas tertembak. Peristiwa itu terjadi saat ia berbicara di panggung amphitheater terbuka di Utah Valley. Trump menyebut aksi itu sebagai "pembunuhan keji."
Rincian kehidupan Robinson mulai terungkap pada Jumat. Saat penembakan terjadi, ia tinggal bersama orang tuanya di rumah keluarganya di Washington County, di sudut barat daya Utah dekat perbatasan Nevada.
Ia tidak memiliki catatan kriminal. Ia terdaftar sebagai pemilih tetapi tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.
"Seorang anggota keluarga yang diwawancarai oleh penyelidik mengatakan Robinson menjadi lebih aktif secara politik dalam beberapa tahun terakhir dan pernah mengatakan kepada kerabat lain bahwa ia tidak menyukai Kirk dan pandangannya," kata Cox.
Baca juga: Satelit Nusantara Lima Resmi Mengangkasa, Perkuat Kedaulatan Komunikasi Nasional
Robinson ditangkap atas tuduhan pembunuhan berat, pelepasan senjata api secara ilegal yang menyebabkan luka serius. Ia belum secara resmi didakwa di pengadilan dan saat ini ditahan di penjara Utah County.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters