Minggu, 04 MEI 2025 • 14:40 WIB

Mensos Gus Ipul: 53 Titik Calon Sekolah Rakyat Masuk Daftar Renovasi

Author
 
INDOZONE.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat, yang menurutnya saat ini ada sebanyak 53 sekolah yang sudah ditindaklanjuti.

Hal ini disampaikan Mensos usai meninjau salah satu rencana lokasi Sekolah Rakyat yang berada di SMA Taman Siswa Kota Yogyakarta, pada Sabtu 3 Mei 2025 malam.

"Hingga saat ini, sudah ada 53 titik lokasi yang ditindaklanjuti untuk renovasi dan 80 titik lainnya masih dalam tahap survei oleh Kementerian PU," katanya.

Lokasi-lokasi tersebut direncanakan menjadi bagian dari jaringan Sekolah Rakyat, yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026.

Sedangkan calon siswa Sekolah Rakyat saat ini, kata dia, sudah ada lebih dari 3.000 orang yang mendaftar.

"Sampai hari ini sudah lebih dari 3.000 calon siswa terdata, namun angka pastinya masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menekankan bahwa orientasi bagi siswa akan dilakukan secara menyeluruh sebelum proses pembelajaran dimulai, guna menyetarakan kemampuan dasar masing-masing siswa.
 
Baca Juga: Kemensos Buka Pendaftaran Sekolah Rakyat SMA untuk Siswa Miskin di Gunungkidul

Selain itu, Kemensos juga tengah merekrut kepala sekolah, menyusun kurikulum, dan menyeleksi guru-guru terbaik.
 
Gus Ipul menyebut, proses perekrutan Kepala Sekolah sedang berlangsung oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

"Tujuannya memastikan institusi ini dipimpin oleh tenaga profesional yang berkompeten dan berkomitmen terhadap misi sosial pendidikan," tuturnya.

Lebih lanjut, untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, dibutuhkan lahan yang dapat direnovasi menjadi fasilitas pendidikan. Survei kelayakan bangunan nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kemensos mendata ada sekitar 200 titik sekolah rakyat secara nasional, 100 akan didanai APBN dan sisanya dari swasta serta sumber lain.

"Untuk muridnya harus benar-benar warga miskin ekstrem, jadi harus ada verifikasi untuk melihat apalah calon murid benar-benar miskin atau tidak, yang ditinjau oleh pendamping, BPS dan kemudian baru disahkan," jelasnya. 

Sekolah Rakyat adalah salah satu gagasan Presiden Prabowo yang diharapkan menjadi jawaban atas kesenjangan pendidikan akibat kemiskinan.
 
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf Perguruan Tamansiswa Yogyakarta pada Sabtu (3/4/2025)

Sementara di Perguruan Taman Siswa Yogyakarta, yang akan menjadi Sekolah Rakyat, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo Hasto menyebutkan jumlah siswa dilokasi mengalami penurunan.
 
 
Di dalamnya kini sekitar 100 guru yang siap mengajar, termasuk sarana prasarana penunjang pendidikan yang ada di Taman Siswa.

“Kami punya mimpi Pak Menteri, kalau misalkan sekolah rakyat yang diidamkan oleh Pak Presiden kemudian di kota ini bisa cepat karena SD yang Desil 1 nya banyak, yang SMP Desil 1 ya banyak, SMA Desil 1-2 juga banyak. Sehingga kalau nanti Pak Menteri mengizinkan, kita bisa cepat membantu yang Desil 1, Desil 2 itu langsung sekolah gratis itu kami senang sekali,” ujar Hasto.

Meski begitu, Hasto menilai lokasi ini cukup layak untuk Sekolah Rakyat, terutama dari sisi keluasan serta dari sejarah yang terkandung di dalamnya.

"Kebetulan yang digeluti di pendidikan di sini ini adalah dua hal, yaitu tentang ya kecerdasan intelektualnya, keterampilannya, juga karakternya. Artinya membina apa ya mentalnya, karakternya tapi juga kecerdasannya," pungkas Hasto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU