INDOZONE.ID - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta kembali mengingatkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan penuh kearifan dan santun. Sehingga, tidak ada benturan antar sesama. Hal ini guna meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan umat saat Ramadan.
Hal ini disampaikan Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Nadhif yang juga menghimbau kepada penceramah untuk menghindari
pembahasan politik isu terkini.
"Sampaikan dakwahnya yang positif buat meningkatkan kualitas iman kita selama bulan Ramadan ini," kata Nadhif, pada Rabu (5/3/2025).
Apabila kedepatan isi dakwah mengandung unsur politisasi tersebut, pihaknya akan melakukan berbagai langkah preventif.
“Upaya preventif akan dilakukan oleh para penyuluh agama yang terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan mendampingi para penceramah dalam menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan ajaran agama. Di Kota Jogja ada 142 penyuluh agama," ujar Nadhif.
Tidak hanya melibatkan penyuluh agama, Kemenag Kota Yogyakarta juga melibatkan Satpol PP sebagai upaya persuasif.
BACA JUGA DPC PDIP Kota Yogya Apresiasi Walikota Hasto Wardoyo Alihkan Anggaran Mobil Dinas 3 M untuk Bantu Atasi Masalah Sampah
"Kemenag juga menekankan pentingnya upaya persuasif jika ditemukan ceramah yang mengarah pada ujaran kebencian atau provokasi. Sesungguhnya ketika kemudian ada ujaran-ujaran kebencian itu kan, ya memang di agama kita kan tidak boleh. Yang melarang itu agama kita, bukan kami,” jelasnya.
BACA JUGA Kota Yogya Potensi Penumpukan Sampah Selama Ramadan 2025, Kemenag Yogya : Minimalisir Plastik!
Terkait unsur politisasi di Kota Yogyakarta, Nadhif mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini masih berjalan kondusif dan memahami batasan dalam menyampaikan materi ceramah.
“Alhamdulillah masyarakat Kota Jogja masih memahami aturan-aturan ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung