INDOZONE.ID - Sebuah insiden kebakaran melanda unit perawatan neonatal di sebuah rumah sakit di India pada Jumat (15/11/2024) malam. Kejadian itu menewaskan 10 bayi yang baru lahir.
Menurut informasi dari pihak berwenang setempat, sebanyak 39 bayi lainnya, berhasil diselamatkan dalam kejadian, yang diduga dipicu oleh kerusakan pada mesin oksigen.
Kejadian kebakaran di fasilitas umum seperti ini, sering terjadi di India, Mengingat, kurangnya peralatan pemadam kebakaran yang memadai, dan lemahnya penerapan aturan keselamatan.
Peristiwa memilukan tersebut berlangsung sekitar pukul 22.30 waktu setempat, di Maharani Lakshmibai Medical College, yang berjarak sekitar 450 kilometer dari New Delhi.
Kepanikan di Lokasi
Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan kondisi ruang perawatan yang hangus, dengan dinding dan tempat tidur yang terbakar. Di luar gedung, keluarga korban tampak penuh kesedihan menanti kabar tentang anak-anak mereka.
“Saya kehilangan anak saya selamanya,” ratap seorang ibu dengan penuh duka.
Bayi-bayi yang berhasil diselamatkan, semuanya berusia beberapa hari. Merewka segera dipindahkan ke ruang perawatan lain, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kami sudah melakukan segala upaya, tetapi sayangnya 10 bayi tidak dapat diselamatkan,” ujar Dr. Narendra Sengar, kepala perguruan tinggi medis yang terkait dengan rumah sakit tersebut.
Baca Juga: Pasukan Keamanan India Berhasil Tewaskan 28 Pemberontak Maois dalam Sebuah Baku Tembak
Penyelamatan dan Penyebab Kebakaran
Dr. Sengar memastikan, 39 bayi lain yang berhasil diselamatkan, dalam kondisi sehat. Meskipun laporan sebelumnya, menyebutkan beberapa bayi mengalami luka serius.
“Hasil pemeriksaan post-mortem sedang dilakukan untuk bayi yang meninggal. Sementara itu, bayi-bayi yang selamat berada dalam kondisi baik,” jelasnya.
Ia juga memuji keberanian staf rumah sakit yang, mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan para bayi.
“Mereka adalah pahlawan sejati dalam kejadian ini,” katanya.
Menurut Kepala Polisi Gyanendra Kumar Singh, kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan pada mesin yang digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen.
“Semua bayi yang berhasil diselamatkan kini mendapatkan perawatan medis yang memadai,” ungkap Singh.
Baca Juga: Tiga Orang Dikenai Dakwaan di Tengah Kecaman PM India atas Kekerasan di Kuil Hindu Kanada
Tanggapan dari Pemerintah
Wakil Ketua Menteri Uttar Pradesh, Brajesh Pathak, mengunjungi keluarga korban pada Sabtu (16/11/2024) lalu, dan menjanjikan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.
Ia juga menyebutkan, audit keselamatan telah dilakukan pada Februari lalu, diikuti simulasi kebakaran beberapa bulan kemudian.
“Kami akan mengusut penyebab kebakaran ini secara menyeluruh. Jika ditemukan adanya kelalaian, tindakan tegas akan diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab,” ucapnya dengan tegas.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan rasa belasungkawanya, melalui unggahan di media sosial X.
“Kejadian ini sangat menyayat hati. Saya berdoa agar keluarga yang kehilangan anak-anak mereka diberi kekuatan untuk menghadapi tragedi ini,” tulisnya.
Sementara itu, Kepala Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, mengumumkan kompensasi sebesar 500.000 rupee (sekitar Rp94 juta) untuk setiap keluarga korban.
“Saya berdoa agar jiwa para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan para bayi yang terluka segera pulih,” ujarnya.
Kebakaran Serupa di Masa Lalu
Tragedi ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi enam bulan lalu di sebuah rumah sakit anak di New Delhi, yang menewaskan enam bayi baru lahir. Rumah sakit tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional yang lengkap dan melanggar standar keselamatan kebakaran.
Di hari yang sama dengan insiden tersebut, sebuah kebakaran besar lainnya terjadi di sebuah arcade taman hiburan di India, yang menelan korban 27 jiwa, termasuk anak-anak.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya meningkatkan standar keselamatan di berbagai fasilitas umum, untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com